• KEISLAMAN

Doa Istirja, Apa Keutamannya bagi Umat Islam?

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Jum'at, 19/09/2025
Doa Istirja, Apa Keutamannya bagi Umat Islam? Ilustrasi - berdoa (Foto: tribunnews)

Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam sering kali dihadapkan dengan berbagai cobaan dan musibah yang datang tanpa diduga. Ketika menghadapi peristiwa yang menyedihkan atau musibah, seperti kehilangan orang yang kita cintai, kehilangan harta, atau terkena musibah lainnya, Islam mengajarkan umatnya untuk selalu bersabar dan menghadapinya dengan hati yang ikhlas. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam menghadapi musibah adalah membaca doa Istirja, yang memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam.

Doa Istirja merupakan doa yang dibaca ketika seorang Muslim mendengar berita tentang musibah atau peristiwa yang menyedihkan, seperti kematian atau bencana.

Doa ini berbunyi, "Inna lillahi wa inna ilayhi raji`un," yang artinya "Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali." (QS. Al-Baqarah: 156).

Istirja berasal dari kata "Raja`a" yang berarti "kembali". Dengan membaca doa ini, seorang Muslim mengakui bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah milik Allah dan bahwa kita semua akan kembali kepada-Nya pada waktunya.

1. Menguatkan Hati dalam Menghadapi Musibah

Doa Istirja adalah bentuk pengingat bagi umat Islam bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini merupakan ketentuan dari Allah SWT. Dengan membaca doa ini, hati yang sedang berduka atau cemas akan menjadi lebih tenang. Umat Islam diajarkan untuk menerima musibah dengan penuh kesabaran, dan doa Istirja membantu untuk mengingatkan kita akan hakikat kehidupan ini, yaitu bahwa kita semua akan kembali kepada Allah.

2. Mendapatkan Pahala dan Ampunan dari Allah

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Jika seorang Muslim ditimpa musibah, kemudian ia mengucapkan `Inna lillahi wa inna ilayhi raji`un`, maka Allah akan memberinya pahala dan mengampuni dosa-dosanya." (HR. Muslim). Dengan membaca doa Istirja, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan ketenangan hati, tetapi juga pahala dan pengampunan dosa dari Allah. Ini merupakan salah satu cara untuk membersihkan jiwa dan mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

3. Sebagai Bentuk Penyerahan Diri kepada Allah

Membaca doa Istirja juga merupakan bentuk penyerahan diri kepada Allah. Ketika musibah datang, kita diingatkan bahwa kita tidak memiliki kendali atas takdir hidup kita. Allah adalah Pemilik segala sesuatu, dan hanya kepada-Nya kita akan kembali. Dengan menyadari hal ini, seorang Muslim diharapkan dapat menerima takdir dengan lapang dada, tanpa berlarut-larut dalam kesedihan atau keluh kesah.

4. Menumbuhkan Rasa Syukur dan Kesadaran

Doa Istirja mengajarkan umat Islam untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah. Setiap kali seseorang membaca doa ini, ia mengingatkan dirinya bahwa setiap peristiwa adalah bagian dari takdir Allah, dan bahwa kita harus terus mengingat-Nya dalam segala keadaan. Dengan begitu, seorang Muslim akan lebih mudah untuk bersyukur atas nikmat yang ada, serta menerima dengan ikhlas apa yang tidak dapat dihindari.

5. Mendapatkan Penghargaan dari Allah SWT

Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Barang siapa yang ketika ditimpa musibah, ia mengucapkan `Inna lillahi wa inna ilayhi raji`un`, maka ia akan mendapatkan ganti yang lebih baik dari musibah tersebut." (HR. Al-Bukhari). Doa Istirja merupakan amalan yang membawa kebaikan dan balasan yang lebih baik. Ketika seseorang menghadapi musibah dengan sabar dan mengucapkan doa ini, Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat.