Ilustrasi Perselingkuhan (Foto: Istockphoto)
Terasmuslim.com - Dalam pandangan Islam, rumah tangga dibangun atas dasar cinta, kasih sayang, dan tanggung jawab. Namun, perselingkuhan bisa terjadi ketika salah satu pasangan lalai menjaga amanah tersebut. Faktor utamanya sering kali bermula dari lemahnya iman, kurangnya kontrol diri, serta tidak menjaga batas pergaulan dengan lawan jenis. Islam menekankan pentingnya menundukkan pandangan, menjaga hati, dan membatasi interaksi yang tidak perlu demi menghindari godaan. Ketika batas ini dilanggar, setan dengan mudah menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan yang merusak keharmonisan rumah tangga.
Selain itu, perselingkuhan juga bisa muncul karena ketidakpuasan emosional maupun fisik di dalam pernikahan. Jika komunikasi tidak terjalin dengan baik, pasangan bisa merasa tidak dipahami, tidak dihargai, atau kurang mendapatkan kasih sayang. Islam mengajarkan suami-istri untuk saling melengkapi, memperhatikan kebutuhan lahir dan batin, serta menjaga hak dan kewajiban masing-masing. Ketika kebutuhan ini diabaikan, seseorang bisa mencari pelarian di luar rumah tangga, yang kemudian membuka pintu perselingkuhan.
Menurut hukum Islam, perselingkuhan adalah dosa besar karena termasuk mendekati zina yang jelas dilarang Allah dalam Al-Qur’an (QS. Al-Isra: 32). Perbuatan ini bukan hanya merusak kehormatan diri, tetapi juga mencederai ikatan suci pernikahan. Untuk mencegahnya, pasangan muslim dianjurkan memperkuat iman, menjaga komunikasi, serta saling menghargai agar rumah tangga tetap kokoh. Perselingkuhan bukan sekadar masalah pribadi, melainkan juga pelanggaran syariat yang bisa berdampak luas bagi keluarga dan masyarakat.