• KEISLAMAN

Shalatnya Bolong Cari Rezeki, Padahal Bisa Shalat Tepat Waktu Juga Rezeki

Yahya Sukamdani | Kamis, 11/09/2025
Shalatnya Bolong Cari Rezeki, Padahal Bisa Shalat Tepat Waktu Juga Rezeki Ilustrasi foto tinggalkan kerjaan untuk shalat

Terasmuslim.com - Di tengah kesibukan mencari nafkah, banyak orang tergoda untuk menunda bahkan meninggalkan shalat. Alasan yang kerap muncul adalah “lagi sibuk bekerja” atau “kalau ditinggal shalat, pelanggan bisa hilang.” Padahal, dalam pandangan Islam, rezeki sepenuhnya berada di tangan Allah ﷻ, bukan ditentukan oleh berapa lama seseorang bekerja tanpa henti.

Shalat adalah kewajiban utama seorang Muslim yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun. Allah ﷻ berfirman dalam QS. An-Nisa: 103: “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” Artinya, shalat memiliki waktu yang jelas dan tidak bisa digantikan oleh alasan kesibukan duniawi.

Sayangnya, banyak yang menganggap rezeki hanya datang dari kerja keras, sementara lupa bahwa ketaatan kepada Allah justru menjadi sebab datangnya berkah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang menjaga shalat, maka shalat itu akan menjadi cahaya, bukti, dan keselamatan baginya pada hari kiamat.” (HR. Ahmad). Sebaliknya, meninggalkan shalat dengan sengaja akan menghilangkan keberkahan rezeki dan menjerumuskan seseorang dalam kerugian besar.

Ulama juga menegaskan bahwa mencari nafkah adalah ibadah, tetapi tidak boleh mendahului kewajiban shalat. Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Wabil ash-Shayyib menyebutkan bahwa rezeki memiliki dua jenis: rezeki yang sudah ditentukan dan rezeki yang datang karena amal taat. Shalat termasuk sebab utama datangnya rezeki yang berkah.

Fakta di lapangan menunjukkan, orang yang disiplin menjaga shalat justru sering diberikan kemudahan dalam pekerjaannya. Ada pelanggan yang datang tanpa diduga, ada keuntungan lebih dari biasanya, bahkan ada ketenangan hati yang membuat hidup terasa lapang. Sebaliknya, meski seseorang bekerja tanpa henti, jika melalaikan shalat, rezekinya bisa terasa sempit, cepat habis, atau tidak membawa ketenangan.

Kesadaran inilah yang perlu ditanamkan: rezeki bukan hanya urusan jumlah uang yang didapat, melainkan juga keberkahan dan ketenteraman hati. Shalat tepat waktu adalah bentuk syukur dan tawakal kepada Allah yang membuka pintu-pintu rezeki lebih luas.

Dengan demikian, meninggalkan shalat karena sibuk bekerja adalah kesalahan besar. Justru dengan menjaga shalat tepat waktu, Allah akan melapangkan rezeki, baik yang terlihat maupun yang tidak disangka-sangka.