• KEISLAMAN

Sambut Bulan Maulid 1447 H dengan Puasa Sunnah, Ini Maknanya

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Jum'at, 05/09/2025
Sambut Bulan Maulid 1447 H dengan Puasa Sunnah, Ini Maknanya Ilustrasi - bulan Rabiul Awal (Foto: tribunnews)

Jakarta, Terasmuslim.com - Bulan Rabiul Awal 1447 Hijriah segera tiba. Umat Islam mengenalnya sebagai bulan Maulid, momen penuh makna karena di bulan inilah Rasulullah SAW dilahirkan.

Selain memperingati kelahiran Nabi dengan shalawat dan majelis ilmu, ada amalan sunnah lain yang bisa dijalankan untuk menambah keberkahan, yaitu berpuasa.

Menurut berbagai literatur fiqih, salah satunya karya M. Hasyim Ritonga dalam Fiqih Puasa (2024), bulan Rabiul Awal dapat diisi dengan beberapa puasa sunnah berikut:

1. Puasa Ayyamul Bidh

Dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Pahalanya disebut setara dengan berpuasa setahun penuh.

2. Puasa Senin-Kamis 

Rutinitas yang sangat dianjurkan karena mengikuti amalan Rasulullah SAW.

3. Puasa Daud 

Puasa sehari dan berbuka sehari, yang menurut hadits merupakan puasa terbaik.

4. Puasa 6 Hari di Awal Bulan 

Sebagian ulama menganjurkannya sebagai bentuk penghormatan bulan kelahiran Nabi.

5. Puasa 12 Rabiul Awal 

Dilakukan sebagian umat Islam pada hari Maulid Nabi, meski ada perbedaan pandangan di kalangan ulama.

Kementerian Agama RI menetapkan bahwa awal bulan Rabiul Awal 1447 H jatuh pada 25 Agustus 2025. Dengan demikian, puasa Ayyamul Bidh bisa dilakukan pada:

Sabtu, 6 September 2025 (13 Rabiul Awal 1447 H)

Minggu, 7 September 2025 (14 Rabiul Awal 1447 H)

Senin, 8 September 2025 (15 Rabiul Awal 1447 H)

Keutamaan Puasa di Bulan Maulid

Puasa Ayyamul Bidh dilakukan sebagaimana puasa sunnah lainnya: diawali dengan niat di malam hari atau saat sahur, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sejak subuh hingga maghrib, lalu berbuka tepat waktu.

Selama berpuasa, dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur`an, serta memperbanyak shalawat di bulan kelahiran Rasulullah SAW.