• KEISLAMAN

Kaya dan Miskin, Sama-Sama Ujian Hidup Menurut Islam

Yahya Sukamdani | Selasa, 19/08/2025
Kaya dan Miskin, Sama-Sama Ujian Hidup Menurut Islam Ilustrasi kaya dan miskin

Terasmuslim.com - Dalam kehidupan, manusia dihadapkan pada berbagai kondisi, termasuk perbedaan nasib antara yang kaya dan miskin. Islam memandang bahwa keduanya bukan sekadar keadaan sosial, melainkan ujian dari Allah ﷻ untuk mengukur keimanan dan ketakwaan hamba-Nya.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Apakah kamu bersabar?” (QS. Al-Furqan: 20). Ayat ini menegaskan bahwa kaya dan miskin adalah bagian dari takdir Allah yang menjadi sarana ujian bagi manusia.

Bagi orang yang kaya, ujian terbesar adalah bagaimana ia menggunakan harta yang dimiliki. Apakah harta itu membuatnya semakin bersyukur, gemar bersedekah, dan menolong sesama, atau justru menjerumuskannya dalam kesombongan dan kelalaian? Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan.” (HR. Tirmidzi).

Sementara itu, bagi yang miskin, ujian datang dalam bentuk kesabaran dan keteguhan iman. Islam mengajarkan bahwa kemiskinan bukan aib, melainkan sarana mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh kesabaran. Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bahkan menyebutkan bahwa sebagian besar penghuni surga adalah orang-orang miskin yang sabar.

Kaya maupun miskin, keduanya tidak menentukan kemuliaan seseorang di hadapan Allah. Yang membedakan hanyalah ketaqwaan. Hal ini sesuai dengan firman Allah: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13).

Dengan demikian, Islam mengajarkan agar orang kaya tidak meremehkan yang miskin, dan yang miskin tidak berkecil hati terhadap yang kaya. Sebab, masing-masing memiliki ujian yang harus dijalani, dan keduanya bisa meraih derajat mulia di sisi Allah jika mampu menjalani ujian itu dengan benar.

Kaya dan miskin bukanlah ukuran kemuliaan, melainkan ujian yang harus disikapi dengan syukur dan sabar. Dengan cara itu, keduanya bisa menjadi jalan menuju ridha Allah ﷻ.

Keywords :