Ilustrasi penyakit batin
Terasmuslim.com - Dalam kehidupan beragama, menjaga hati dari penyakit batin merupakan bagian penting dari keimanan. Salah satu penyakit hati yang sering tidak disadari namun sangat berbahaya adalah syukh merasa diri lebih baik, lebih suci, atau lebih utama dibandingkan orang lain dalam urusan agama.
Secara bahasa, syukh berkaitan erat dengan ujub dan takabur, yakni membanggakan amal sendiri dan meremehkan orang lain. Rasulullah ﷺ mengingatkan umatnya untuk tidak terjebak dalam perangkap ini. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
“Tiga hal yang membinasakan: kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan seseorang yang merasa takjub terhadap dirinya sendiri (ujub).”
(HR. Thabrani)
Penyakit syukh kerap muncul tanpa disadari, terutama ketika seseorang mulai merasa amal ibadahnya lebih banyak, ilmunya lebih tinggi, atau penampilannya lebih Islami dibanding orang lain. Padahal, standar kemuliaan dalam Islam bukan terletak pada penampilan luar, melainkan ketakwaan dan keikhlasan hati.
Syukh juga dapat membuat seseorang sulit menerima nasihat, karena merasa sudah benar atau sudah cukup baik. Dalam Al-Qur`an, Allah memperingatkan:
"Janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah (Allah) yang paling mengetahui siapa yang bertakwa."
(QS. An-Najm: 32)
Ulama menjelaskan bahwa syukh merupakan bentuk kesombongan yang halus. Jika dibiarkan, penyakit ini bisa menjadikan amal seseorang sia-sia karena terkontaminasi riya dan ujub. Ibarat racun dalam air jernih, syukh menghancurkan nilai amal tanpa disadari pelakunya.
Cara menghindari syukh antara lain dengan merenungkan kelemahan diri, memperbanyak istighfar, mengingat bahwa hidayah adalah pemberian Allah, serta menjauhi sikap membanding-bandingkan amal dengan orang lain.
Rasulullah ﷺ, manusia paling mulia, justru senantiasa rendah hati dan memohon ampun kepada Allah setiap hari. Dalam doa beliau, bahkan tercantum permintaan agar dijauhkan dari hati yang sombong dan bangga diri.
“Ya Allah, jadikanlah aku kecil di mataku, dan besar di mata orang lain.”
– (Doa dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu)
Penyakit syukh bukan hanya melemahkan kualitas ibadah, tapi juga merusak hubungan sosial dan menjauhkan seseorang dari rahmat Allah. Oleh sebab itu, setiap muslim perlu mawas diri dan senantiasa menjaga hati dari penyakit ini.