Ilustrasi belajar ilmu Islam
Terasmuslim.com - Menuntut ilmu merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan, Rasulullah ﷺ menyebut bahwa jalan mencari ilmu adalah jalan menuju surga. Namun di balik keutamaannya, terdapat pula peringatan keras dalam ajaran Islam bahwa ilmu bisa menjadi penyebab seseorang masuk neraka jika disalahgunakan.
Fenomena ini terjadi ketika ilmu yang diperoleh tidak diamalkan, disombongkan, atau digunakan untuk kepentingan duniawi semata. Ulama menyebut, ilmu tanpa niat yang benar atau tanpa akhlak bisa menjadi bumerang bagi pemiliknya di akhirat kelak.
Lalu, bagaimana seseorang bisa terjerumus ke neraka karena ilmu yang ia miliki? Berikut penjelasan lengkapnya menurut pandangan syariat.
Islam sangat memuliakan penuntut ilmu. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” Namun, tidak semua orang yang belajar akan selamat, terutama bila niatnya menyimpang atau ilmu yang dimiliki digunakan untuk merusak.
Dalam hadis lain yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah ﷺ menyebutkan tiga golongan pertama yang akan diseret ke neraka, salah satunya adalah orang berilmu. Disebutkan bahwa orang ini belajar dan mengajarkan ilmu agar disebut sebagai orang alim. Karena niatnya bukan karena Allah, maka Allah berfirman, “Kamu telah berdusta!” dan akhirnya ia diseret ke dalam neraka.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga memperingatkan bahaya ilmu yang tidak diamalkan. Menurutnya, seorang alim yang tahu hukum tetapi melanggarnya, atau tahu kebaikan tetapi tidak melakukannya, justru lebih celaka dibanding orang awam yang tidak tahu. Ilmunya akan menjadi saksi yang memberatkannya di hadapan Allah ﷻ.
Selain niat yang salah, ilmu juga bisa menjadi sumber kesombongan. Seseorang merasa lebih tinggi dari yang lain karena pengetahuan yang dimiliki. Sikap seperti ini sangat dibenci dalam Islam. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2-3, Allah menyebutkan bahwa ilmu yang benar harus disertai dengan keimanan dan ketaatan.
Para ulama menjelaskan bahwa menuntut ilmu harus dilakukan dengan adab dan niat yang benar. Tujuannya bukan hanya untuk pengetahuan duniawi, tetapi juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Ilmu yang tidak disertai amal ibarat pohon tak berbuah rapuh dan tak berguna.
Ilmu agama, apalagi, memiliki tanggung jawab besar. Seorang dai, ustadz, atau guru agama dituntut untuk menjaga amanah keilmuannya. Jika digunakan untuk membenarkan kebatilan, memutarbalikkan dalil, atau menipu umat demi popularitas dan keuntungan pribadi, maka ia termasuk golongan yang paling keras azabnya.
Menuntut ilmu adalah ibadah yang sangat mulia, tapi juga sangat berat tanggung jawabnya. Islam memberikan peringatan agar setiap penuntut ilmu menjaga niat, menjauhi kesombongan, dan mengamalkan ilmunya secara jujur dan tulus. Sebab tanpa itu semua, ilmu yang seharusnya menjadi jalan menuju surga, justru bisa menyeret seseorang ke dalam neraka.