• KEISLAMAN

Bagaimana Pandangan Islam Terhadap Fitnah?

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Selasa, 22/07/2025
Bagaimana Pandangan Islam Terhadap Fitnah? Ilustrasi - fitnah (Foto:kepri.harianhaluan)

Jakarta, Terasmuslim.com - Fitnah dalam Islam bukan hanya sekadar ujaran atau tuduhan tak berdasar, namun juga mencakup segala bentuk gangguan atau pengujian yang dapat merusak kesejahteraan individu, kelompok, atau bahkan umat secara keseluruhan.

Dalam ajaran Islam, fitnah diartikan sebagai sesuatu yang bisa menggoyahkan iman, menyebabkan perpecahan, atau mengarah pada kerusakan sosial yang lebih besar.

Maka, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan, menghindari perbuatan fitnah, dan mengatasi segala bentuk penganiayaan atau penyebaran kebohongan yang dapat menyesatkan umat.

Dalam Al-Qur`an, banyak ayat yang mengingatkan tentang bahaya fitnah. Salah satu ayat yang sering dikutip adalah Surah Al-Hujurat (49:11), yang menyebutkan bahwa fitnah lebih besar bahayanya daripada pembunuhan. Allah SWT berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain; bisa jadi mereka (yang diperolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)." (QS. Al-Hujurat: 11)

Ayat ini menegaskan bahwa fitnah tidak hanya bisa memecah belah umat, tetapi juga bisa menimbulkan kesalahpahaman yang mendalam antar sesama.

Dengan kata lain, fitnah adalah bentuk kebohongan atau penyebaran informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan yang justru bisa merusak hubungan antar sesama umat Islam.

Selain itu, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW juga memberikan peringatan yang tegas tentang fitnah. Beliau bersabda:

"Fitnah itu seperti badai yang bisa datang tanpa bisa diprediksi dan menimpa siapa saja, oleh karena itu berhati-hatilah dalam berkata." (HR. Muslim)

Dalam konteks ini, fitnah tidak hanya merujuk pada berita palsu atau kebohongan yang disebarkan secara sengaja, tetapi juga dapat mencakup prasangka buruk, tuduhan tanpa bukti, serta kata-kata yang dapat menyesatkan orang lain. Oleh karena itu, menjaga lisan menjadi sangat penting dalam Islam.

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap Muslim diminta untuk menghindari segala bentuk fitnah, baik yang berupa perkataan, perbuatan, ataupun penyebaran berita yang tidak jelas kebenarannya. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk tidak ikut-ikutan dalam perbuatan atau perkataan yang dapat merugikan orang lain.

Dalam hadits yang lain, beliau juga mengingatkan bahwa seseorang yang menyebarkan fitnah akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT, bahkan dosa dari fitnah tersebut bisa menggugurkan pahala seseorang.

Namun, Islam juga mengajarkan agar umatnya tidak langsung mempercayai segala informasi yang datang, terutama yang menyangkut masalah orang lain.

Lebih lanjut, dalam Surah Al-Hujurat (49:6), Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menilai sebuah informasi dengan hati-hati sebelum menanggapinya.