Ilustrasi - seseorang sedang berdoa (Foto: Masjid Pogung Dalangan)
Jakarta, Terasmuslim.com - Rezeki adalah salah satu aspek kehidupan yang selalu menjadi perhatian setiap manusia. Meskipun usaha keras adalah kunci, bagi umat Muslim, doa adalah pelengkap tak terpisahkan dalam menjemput rezeki.
Yakinlah bahwa Allah SWT adalah Maha Pemberi Rezeki, dan dengan berdoa, kita menunjukkan tawakal serta kepasrahan penuh kepada-Nya.
Tak perlu panjang-panjang, ada beberapa doa pendek yang diajarkan Rasulullah SAW atau para ulama yang bisa kita amalkan sehari-hari untuk memohon kelancaran dan keberkahan rezeki.
Doa-doa ini bukan hanya permohonan materi, tetapi juga bentuk syukur dan pengakuan atas kekuasaan Allah.
Doa ini adalah permohonan langsung kepada Allah untuk menambah rezeki, tidak menguranginya, serta memuliakan hamba-Nya.
اَللّٰهُمَّ زِدْنَا وَلَا تَنْقُصْنَا وَأَكْرِمْنَا وَلَا تُوْهِنَا وَأَعْطِنَا وَلَا تَحْرِمْنَا وَاٰثِرْنَا وَلَا تُؤْثِرْ عَلَيْنَا وَارْضِنَا وَارْضَ عَنَّا
Allāhumma zidnā walā tanqushnā wa akrimnā walā tuhinā wa a‘thinā walā tahrimnā wa ātsirnā walā tu’tsir ‘alainā wardhinā wardha ‘annā.
"Ya Allah, tambahkanlah rezeki kepada kami, jangan Engkau kurangi. Muliakanlah kami dan jangan Engkau hinakan kami. Berilah kami dan jangan Engkau halangi kami. Pilihlah kami dan jangan Engkau tinggalkan kami, dan ridhailah kami dan ridhailah pula kami."
Doa ini sangat populer dan diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada sahabat Ali bin Abi Thalib RA. Disebutkan bahwa doa ini mampu melunasi utang sebesar gunung sekalipun, dengan izin Allah.
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allāhummakfinī bi halālika ‘an harāmik, wa aghninī bi fadhlika ‘amman siwāk.
"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karunia-Mu (hingga aku tidak meminta) kepada selain-Mu." (HR. Tirmidzi)
Doa ini sering dibaca oleh Nabi Muhammad SAW di pagi hari. Ini adalah doa yang menyeluruh, memohon kebaikan dunia dan akhirat.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima." (HR. Ibnu Majah)
Doa ini diambil dari firman Allah dalam Surah Al-Maidah ayat 114, yang merupakan doa Nabi Isa AS ketika memohon hidangan dari langit.
اللَّهُمَّ رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Allāhumma rabbanā anzil ‘alainā mā’idatam minas samā’i takūnu lanā ‘īdal li’awwalinā wa ākhirinā wa āyatam minka warzuqnā wa anta khairur rāziqīn.
"Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rezeki dan Engkaulah sebaik-baiknya pemberi rezeki."