• KEISLAMAN

Gemerlap Duniawi Bisa Ditandingi, Ini Kata Gus Baha

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Senin, 14/07/2025
Gemerlap Duniawi Bisa Ditandingi, Ini Kata Gus Baha KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha (Foto: Screenshoot TikTok)

Jakarta, Terasmuslim.com - Di tengah pesatnya geliat ekonomi yang tumbuh dari praktik-praktik maksiat, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengungkapkan bahwa ibadah haji merupakan satu-satunya aktivitas ibadah yang mampu menandingi bahkan melampaui sistem ekonomi yang lahir dari kemungkaran.

Dalam ceramah yang disampaikan dan diunggah di kanal YouTube Online Berbagi, pada Sabtu (12/7), Gus Baha menyoroti bagaimana maksiat bisa menciptakan rantai ekonomi yang kompleks—mulai dari prostitusi hingga hiburan malam.

Ia mencontohkan bahwa lokasi-lokasi seperti lokalisasi tak hanya menjadi tempat transaksi dosa, tetapi juga menghidupkan usaha-usaha lain di sekitarnya, seperti warung, ojek, penginapan, bahkan layanan jasa.

“Kita mungkin tidak ikut maksiat, tapi bisa jadi kita ambil bagian dari sistemnya. Misalnya jualan dekat tempat maksiat,” ungkap Gus Baha.

Namun di sisi lain, Allah menghadirkan haji sebagai tandingan agung. Bukan sekadar ibadah spiritual, haji juga menjadi kekuatan ekonomi global.

Haji itu ibadah yang menghidupkan ekonomi tanpa dosa. Dari hotel, makanan, maskapai, hingga jutaan orang dari seluruh dunia berkumpul dalam sistem yang rapi,” katanya.

Gus Baha menegaskan, perputaran uang dalam pelaksanaan haji jauh lebih besar dan terstruktur dibandingkan dengan industri hiburan atau kemaksiatan yang dianggap menguntungkan.

“Yang datang ke Las Vegas atau Hollywood jumlahnya terbatas. Tapi jamaah haji? Jutaan orang, setiap tahun, dari berbagai negara,” tegasnya.

Tak hanya itu, menurut Gus Baha, dampak global ibadah haji bahkan dirasakan negara-negara besar, termasuk pusat-pusat agama dunia seperti Vatikan.

“Teman-teman di Eropa bilang, Vatikan iri. Roma tidak seramai Kakbah. Padahal Kristen jumlahnya lebih banyak,” ungkapnya sambil menekankan bahwa bukan untuk membandingkan, tapi menunjukkan kemuliaan haji dan umrah.

Ia juga mengungkapkan, industri penerbangan global sangat bergantung pada musim haji. Banyak maskapai meraih keuntungan besar karena penerbangan ke Arab Saudi melonjak drastis pada musim tersebut.

Mengutip surah Al-Ma’idah ayat 97, Gus Baha menekankan bahwa Ka’bah bukan hanya simbol agama, melainkan poros peradaban manusia. Sebab di tempat itulah, jutaan manusia berkumpul, bersatu dalam ibadah, dan memutar ekonomi dunia ke arah yang halal dan diberkahi.

“Allah menjadikan Kakbah sebagai tempat berkumpulnya manusia, bukan hanya orang Islam,” ucapnya.

Maka, menurut Gus Baha, jika ada yang berdalih bahwa kemaksiatan bisa menggerakkan ekonomi, maka haji adalah jawaban ilahi yang menunjukkan bahwa perputaran uang juga bisa terjadi lewat jalan kebaikan.

“Kita butuh sistem yang berkah, bukan sekadar hidup dari kemaksiatan,” tegasnya.

Di akhir ceramahnya, Gus Baha menyerukan agar umat Islam tidak salah dalam mencintai sumber rezeki. Harta dari ibadah lebih berkah daripada harta dari maksiat, dan inilah bentuk cinta kepada Allah.

“Cintailah sesuatu karena Allah. Jangan biarkan uang berputar hanya di tempat dosa. Kita butuh ibadah yang bisa menggerakkan dunia tapi tetap diridai Allah,” pungkasnya.

Keywords :