• KEISLAMAN

Antara Ibu dan Istri, Siapa yang Didahulukan Suami Menurut Islam?

Yahya Sukamdani | Kamis, 10/07/2025
Antara Ibu dan Istri, Siapa yang Didahulukan Suami Menurut Islam? Ilustrasi ibu dan istri (Foto: AI)

Terasmuslim.com - Dalam kehidupan rumah tangga, tidak jarang muncul pertanyaan klasik: bagi seorang laki-laki, siapakah yang harus didahulukan antara ibu dan istri? Pertanyaan ini sering kali menimbulkan kebingungan, terutama ketika terjadi perbedaan pendapat atau konflik kecil antara keduanya. Lalu bagaimana pandangan Islam dalam menyikapi hal ini?

Islam menempatkan ibu dalam posisi yang sangat mulia. Sejumlah hadis Nabi Muhammad ﷺ menunjukkan bahwa seorang anak wajib berbakti kepada ibunya tiga kali lebih utama daripada kepada ayahnya. Hal ini karena besarnya pengorbanan ibu saat mengandung, melahirkan, dan membesarkan anak.

Namun ketika seorang laki-laki telah menikah, muncul tanggung jawab baru: menjadi pemimpin keluarga dan suami yang bertanggung jawab terhadap istrinya. Dalam hal ini, suami diwajibkan memberi nafkah lahir dan batin, serta memperlakukan istri dengan baik.

Dalam konteks ini, para ulama menyebutkan bahwa kedudukan ibu dan istri berbeda ruang, bukan untuk dibandingkan secara langsung. Kepada ibu, seorang laki-laki berkewajiban berbakti (birrul walidain) sebagai anak. Sedangkan kepada istri, ia memiliki kewajiban menafkahi dan menjaga hak-haknya sebagai suami.

Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa apabila terjadi konflik antara ibu dan istri, maka seorang suami wajib berusaha mendamaikan keduanya. Namun jika harus memilih dalam hal tertentu, maka kebaikan kepada ibu tetap menjadi prioritas, selama tidak mengabaikan hak-hak istri.

Beberapa kasus dalam fikih menyebutkan bahwa jika seorang ibu menyuruh anak lelakinya untuk menceraikan istrinya tanpa alasan yang jelas secara syar’i, maka tidak wajib ditaati. Ini berdasarkan kisah sahabat Abdullah bin Umar, yang diminta ayahnya, Umar bin Khattab, untuk menceraikan istrinya. Ketika ia bertanya kepada Rasulullah ﷺ, beliau bersabda: “Taatilah ayahmu.” Namun ulama menjelaskan konteks hadis ini menunjukkan bahwa alasan Umar sangat kuat dan maslahatnya jelas.

Kesimpulannya, Islam mengajarkan agar seorang suami bersikap adil. Ia harus memenuhi hak-hak ibunya dengan penuh hormat dan bakti, sekaligus menjaga kewajibannya sebagai suami yang bertanggung jawab dan penyayang. Ibu tidak boleh diabaikan, dan istri tidak boleh dizalimi.

Kunci utamanya adalah keseimbangan dan kebijaksanaan, serta komunikasi yang baik agar keduanya merasa dihormati dan dicintai sesuai posisinya masing-masing.

Keywords :