• KEISLAMAN

Syirik Akan Merajalela di Akhir Zaman, Begini Peringatan Nabi Muhammad

Yahya Sukamdani | Selasa, 08/07/2025
Syirik Akan Merajalela di Akhir Zaman, Begini Peringatan Nabi Muhammad Ilustrasi syirik

Terasmuslim.com - Fenomena penyimpangan akidah kian marak di tengah masyarakat. Kepercayaan pada jimat, ramalan zodiak, hingga praktik spiritual yang menyimpang seolah mendapat tempat luas di era modern. Padahal, dalam Islam, syirik merupakan dosa terbesar yang tidak akan diampuni jika pelakunya tidak bertaubat sebelum ajal menjemput. Lebih mengkhawatirkan lagi, Nabi Muhammad ﷺ sudah mengingatkan bahwa menjelang akhir zaman, syirik akan merajalela.

Syirik yang tak terlihat tapi mematikan

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah ﷺ bersabda,
"Syirik itu lebih tersembunyi daripada semut hitam yang berjalan di atas batu hitam di malam yang gelap gulita."
Hadis ini menunjukkan bahwa syirik tidak selalu berupa penyembahan kepada berhala, tetapi bisa menyelinap dalam hati dan tindakan sehari-hari, seperti riya atau ketergantungan kepada selain Allah.

Ikuti budaya musyrik, tinggalkan tauhid

Rasulullah juga pernah bersabda,
"Tidak akan datang hari kiamat hingga sebagian besar umatku mengikuti kaum musyrik dan mereka menyembah berhala."
(HR. Abu Dawud)

Para ulama menjelaskan bahwa bentuk penyembahan terhadap berhala di akhir zaman tak melulu berbentuk patung. Berhala modern bisa berupa harta, kekuasaan, bahkan popularitas yang membuat seseorang lebih tunduk dan takut kepada makhluk daripada kepada Sang Pencipta.

Bentuk-bentuk syirik yang menyebar

Beberapa contoh syirik yang kini banyak dilakukan secara tidak sadar, antara lain: Memakai jimat untuk keselamatan atau penglaris, percaya pada ramalan bintang atau shio, mendatangi dukun atau paranormal, menyandarkan keberuntungan pada benda tertentu, beribadah demi pujian manusia (riya)

Meski kerap dianggap sepele, perbuatan-perbuatan tersebut bisa masuk dalam kategori syirik kecil atau bahkan besar, tergantung keyakinan pelakunya.

Dosa yang tak diampuni tanpa tobat

Dalam Alquran, Allah ﷻ berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni selain dari itu bagi siapa yang Dia kehendaki."
(QS. An-Nisa: 48)

Ayat ini menjadi peringatan tegas bagi umat Islam agar menjaga kemurnian tauhid dan tidak mencampurkannya dengan keyakinan atau praktik-praktik yang bertentangan dengan syariat.

Masa di mana syirik menyebar luas sudah terjadi dan terus berlanjut. Islam menuntut umatnya untuk senantiasa waspada, memperkuat ilmu akidah, dan menjauhi segala bentuk kesyirikan, baik yang besar maupun yang tersembunyi. Sebab, syirik bukan hanya merusak iman, tapi juga menghapus semua amal.