Ilustrasi memohon pertolongan Allah (Foto: Ist)
Terasmuslim.com - Fenomena di luar nalar manusia sering kali mengundang kekaguman, tapi juga kebingungan. Dalam dunia Islam, kita mengenal dua istilah yang sering disalahpahami sebagai sesuatu yang serupa: karomah dan bantuan setan. Keduanya memang sama-sama menampilkan kejadian luar biasa, namun asal usul dan tujuannya sangat bertolak belakang.
Karomah adalah anugerah dari Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang saleh. Biasanya, karomah muncul dalam kondisi tertentu tanpa rekayasa. Seseorang yang mendapatkan karomah tidak memintanya, apalagi mengklaimnya sebagai kekuatan pribadi. Karomah adalah bentuk pemuliaan Allah kepada hamba-Nya yang bertakwa.
Contohnya, ada kisah wali Allah yang bisa berpindah tempat dalam waktu sangat cepat tanpa kendaraan, atau doa seorang alim yang dikabulkan secara ajaib untuk menyembuhkan orang sakit. Semua itu terjadi tanpa pelanggaran syariat.
Berbeda halnya dengan bantuan setan. Ini adalah kemampuan luar biasa yang diperoleh seseorang lewat bantuan jin atau iblis, biasanya sebagai imbalan dari persekutuan atau kesepakatan gaib. Fenomena ini sering terlihat pada praktik perdukunan, sihir, dan trik manipulasi spiritual.
Tak jarang kita mendengar orang yang bisa “menyembuhkan” dengan mantra tertentu, memindahkan barang dari jarak jauh, atau mengetahui masa lalu seseorang tanpa pernah bertemu. Awas, ini bisa jadi bukan kelebihan spiritual, melainkan campur tangan makhluk halus yang menyesatkan.
Secara garis besar, karomah hanya terjadi pada orang bertakwa dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Sedangkan bantuan setan sering kali menyimpang dari akidah dan justru menyeret pelakunya ke dalam dosa besar seperti syirik.
Masyarakat perlu lebih waspada. Jangan mudah takjub dengan hal-hal ajaib. Ukurlah dengan syariat dan nilai ketakwaan, bukan sekadar sensasi. Karena tak semua yang tampak luar biasa adalah kebenaran. Di balik sesuatu yang “mencengangkan” bisa saja tersembunyi tipu daya iblis yang menyesatkan umat manusia.