• KEISLAMAN

Berkebaya di Hari Kartini, Tetap Syar`i Meski Tradisional

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Sabtu, 26/04/2025
Berkebaya di Hari Kartini, Tetap Syar`i Meski Tradisional Ilustrasi (Foto: kompas)

Terasmuslim.com - Peringatan Hari Kartini setiap 21 April selalu menjadi momen penting untuk menghormati perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di Indonesia. Salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah dengan mengenakan kebaya, busana klasik yang lekat dengan citra perempuan Jawa yang anggun.

Tradisi mengenakan kebaya kini semakin populer, tak hanya di lingkungan sekolah dan instansi pemerintahan, tapi juga di komunitas-komunitas budaya serta dunia fashion. Di media sosial, kebaya tampil dalam berbagai model, dari yang tradisional hingga modern  sebagai bentuk ekspresi cinta pada warisan budaya.

Namun, di tengah kemeriahan fashion berkebaya, penting bagi kaum Muslimah untuk tetap memperhatikan kaidah berpakaian yang diajarkan dalam Islam.

Islam tidak mewajibkan bentuk pakaian tertentu, tapi menetapkan prinsip-prinsip umum berpakaian yang sesuai syariat. Artinya, umat Islam diberi kebebasan untuk berinovasi dalam berpakaian selama tetap mengikuti etika berpakaian yang islami.

Menurut almarhum KH Ali Mustafa Yaqub, ada empat syarat berpakaian dalam Islam yang harus diperhatikan, yakni 4T: tidak terbuka, tidak transparan, tidak ketat, dan tidak menyerupai lawan jenis.

  1. Tidak Terbuka (Menutup Aurat)
    Islam mewajibkan laki-laki dan perempuan menutup aurat. Aurat perempuan menurut jumhur ulama adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Sedangkan aurat laki-laki adalah dari pusar hingga lutut.

  2. Tidak Transparan
    Menutup aurat saja tidak cukup jika pakaian yang dipakai menerawang. Bahan pakaian yang tipis bisa memperlihatkan bagian tubuh, sehingga tujuan menutup aurat tidak tercapai.

  3. Tidak Ketat
    Pakaian longgar dianjurkan agar tidak menonjolkan bentuk tubuh. Hal ini penting untuk menjaga pandangan dan mencegah timbulnya niat buruk dari orang lain.

  4. Tidak Menyerupai Lawan Jenis
    Islam melarang laki-laki meniru cara berpakaian perempuan dan sebaliknya. Tujuannya adalah menjaga identitas dan fitrah masing-masing jenis kelamin.

Bagi Muslimah yang ingin tampil anggun dengan kebaya, penting untuk memperhatikan aspek-aspek ini. Memilih kebaya yang menutup aurat, tidak terlalu ketat, serta tidak menerawang adalah bentuk ketaatan yang sejalan dengan semangat Kartini dalam memuliakan perempuan.

Acara-acara peragaan busana yang digelar untuk memperingati Hari Kartini pun hendaknya tetap memperhatikan norma agama. Mode bisa terus berkembang, tapi etika berpakaian dalam Islam adalah prinsip yang tak lekang oleh waktu.

Dengan demikian, kebaya tak hanya menjadi simbol budaya, tapi juga bisa menjadi sarana memperkuat identitas Muslimah yang elegan dan taat.