Ilustrasi takbir saat sholat (Foto: tribunnews)
Terasmuslim.com - Dalam sholat, takbir adalah bagian penting yang menandai setiap perpindahan gerakan, dan diawali dengan kalimat mulia: "Allahu Akbar." Namun, masih ada kebiasaan sebagian umat Islam yang mengucapkan takbir dengan nada dipanjangkan secara tidak tepat, terutama pada huruf "A" menjadi Aaaallahu Akbar.
Sekilas terdengar biasa, apalagi jika dilantunkan dengan niat memperindah bacaan. Namun, para ulama dan guru-guru qiraah mengingatkan bahwa panjang atau tekanan vokal yang keliru bisa berpotensi menimbulkan makna yang salah, bahkan menyesatkan secara makna bahasa Arab.
Dalam bahasa Arab, panjang pendek huruf (tashdid, mad, harakat) bisa mengubah arti secara drastis. Kata "Allah" jika diberi tekanan atau tambahan pada huruf hamzah (A) secara berlebihan, bisa terdengar seperti menambahkan huruf yang tidak ada dalam aslinya.
“Kalau kita panjangkan Aaaallahu Akbar dengan tekanan berlebihan pada awalnya, bisa terdengar seperti menambahkan alif di awal, yang bukan bagian dari lafaz aslinya. Ini bisa merusak makna," jelas Ustaz Abdul Qodir, pengajar tajwid di salah satu pesantren di Yogyakarta.
Kalimat “Allahu Akbar” berarti "Allah Maha Besar". Ini adalah zikir agung yang mengandung tauhid dan pengagungan terhadap Allah SWT. Jika dibaca dengan cara yang tidak sesuai kaidah, apalagi dalam ibadah seperti sholat, bukan hanya kesalahan teknis, tetapi juga berpotensi mengganggu kesempurnaan ibadah.
Nabi Muhammad SAW sendiri mengajarkan lafaz takbir ini dengan pelafalan yang sederhana, tidak dipanjang-panjangkan atau dilagukan secara berlebihan dalam sholat.
Menurut kaidah tajwid dan tata bahasa Arab, pelafalan “Allahu Akbar” dibaca dengan jelas dan tenang:
“Yang penting adalah kekhusyukan dan pelafalan sesuai kaidah. Bukan soal melagukan, tapi soal ketepatan,” tambah Ustaz Abdul Qodir.
Bagi imam yang memimpin sholat berjamaah, ucapan takbir harus dijaga agar tidak memicu salah persepsi. Memelankan suara sedikit dan menjaga tempo bisa membantu makmum fokus dan tidak bingung.
Makmum pun dianjurkan untuk belajar tajwid dasar, agar bisa membedakan mana bacaan yang sah dan mana yang menyimpang dari sunnah.
Takbir dalam sholat bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari zikir dan pengakuan atas keagungan Allah SWT. Oleh karena itu, bacalah dengan tepat, khidmat, dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Jangan sampai niat memperindah justru membuat makna menjadi keliru.
"Allahu Akbar" merupakan lafaz mulia ini bukan untuk dipermainkan nadanya, tetapi untuk ditundukkan maknanya di dalam hati.