• KEISLAMAN

Dosa yang Dianggap Remeh

Yahya Sukamdani | Selasa, 15/04/2025
Dosa yang Dianggap Remeh Ilustrasi merenung (Foto: Ist)

Terasmuslim.com - Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap kali melakukan kesalahan tanpa menyadari bahwa perbuatan tersebut tergolong sebagai dosa, terlebih ketika dosa itu dianggap kecil atau sepele. Padahal dalam pandangan syariat Islam, dosa kecil yang diremehkan dan dilakukan terus-menerus tanpa taubat dapat berubah menjadi dosa besar. Kesalahan semacam ini bukan hanya berdampak pada hubungan hamba dengan Allah, tetapi juga mengikis ketakwaan dalam hati secara perlahan.

Nabi Muhammad SAW pernah memperingatkan umatnya agar tidak memandang rendah dosa kecil. Beliau bersabda:
"Janganlah kalian meremehkan dosa-dosa kecil, karena sesungguhnya dosa-dosa itu bila terkumpul pada seseorang, niscaya akan membinasakannya."
(HR. Ahmad)

Kesadaran akan jenis-jenis dosa yang sering diremehkan ini penting agar seorang Muslim senantiasa waspada dalam menjaga diri dan tidak terjerumus ke dalam kelalaian yang berulang. Berikut ini beberapa contoh dosa yang sering dianggap remeh namun berbahaya dalam Islam:

  1. Menggunjing (Ghibah)

Ghibah adalah membicarakan aib saudara Muslim saat ia tidak hadir, meski yang dikatakan itu benar. Ini adalah dosa yang sangat serius namun kerap dilakukan dalam obrolan santai, media sosial, atau bahkan dibungkus dalam bentuk “curhat”.
Allah berfirman:

“Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati?” (QS. Al-Hujurat: 12)

  1. Berbohong dalam Hal Kecil

Sebagian orang menganggap bahwa dusta hanya dosa besar jika dilakukan dalam perkara besar, padahal setiap kebohongan adalah dosa, termasuk dalam bentuk bercanda atau menghindari masalah kecil.
Nabi ﷺ bersabda:
"Celakalah orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Celakalah dia!"
(HR. Abu Dawud)

  1. Melalaikan Salat Tepat Waktu

Banyak orang menganggap enteng kebiasaan menunda-nunda salat hingga hampir habis waktunya, padahal menjaga salat pada waktunya adalah bagian dari tanda keimanan yang kokoh. Dalam QS. Maryam:59, Allah menyebutkan kehancuran bagi kaum yang menyia-nyiakan salat.

  1. Tidak Menjaga Pandangan

Dalam era visual seperti sekarang, godaan untuk memandang hal yang diharamkan sangat besar. Namun, sebagian orang menganggapnya sepele, padahal pandangan adalah pintu masuk ke dalam maksiat yang lebih besar, seperti syahwat, zina hati, dan sebagainya.
Allah berfirman:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, agar mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya...” (QS. An-Nur: 30)

  1. Menyepelekan Amanah Kecil

Contoh nyata seperti menggunakan fasilitas kantor untuk keperluan pribadi tanpa izin, atau tidak mengembalikan barang pinjaman. Meskipun kecil, ini adalah bentuk khianat terhadap amanah, yang dilarang keras dalam Islam.

  1. Bersikap Kasar kepada Orang Tua

Mengangkat suara, mengeluh, atau menunjukkan wajah tidak senang kepada orang tua sering dianggap lumrah, apalagi ketika orang tua sudah tua dan mulai banyak permintaan. Padahal Allah melarang keras mengatakan “ah” sekalipun:

“...dan janganlah engkau mengatakan kepada keduanya ‘ah’, dan janganlah engkau membentak mereka...” (QS. Al-Isra’: 23).

Menganggap remeh dosa adalah pintu menuju kehancuran spiritual. Sebab dosa yang kecil namun dilakukan terus-menerus dan tanpa rasa takut kepada Allah, bisa menjadi sebab tertutupnya pintu hidayah. Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya selalu introspeksi, memperbanyak istighfar, dan berusaha menjaga hati serta anggota tubuhnya dari dosa, sekecil apa pun bentuknya.