• KEISLAMAN

Safar dalam Islam: Jarak, Durasi, dan Syaratnya

Yahya Sukamdani | Minggu, 06/04/2025
Safar dalam Islam: Jarak, Durasi, dan Syaratnya Ilustrasi transpotasi

Terasmuslim.com - Berikut penjelasan lengkap tentang Safar dalam Islam: pengertian, jarak, lama, dan syarat-syaratnya :

  1. Pengertian Safar

Safar (السفر) secara bahasa berarti: perjalanan.

Secara istilah:

Safar adalah keluar dari tempat tinggal menuju tempat lain dengan maksud tertentu, dan dalam hukum fiqih, safar memiliki pengaruh terhadap beberapa hukum ibadah (seperti boleh jama` dan qashar salat, tidak puasa, dll).

  1. Jarak Safar

Jarak minimal yang dianggap safar menurut mayoritas ulama:

± 2 marhalah, setara dengan ± 80–85 km atau lebih.

Berdasarkan ijtihad para ulama Syafi’i, Maliki, dan Hanbali.
Kalau perjalanan kurang dari 80 km, maka tidak dihukumi safar (tidak boleh qashar, jama`, dll).

  1. Lama Safar (Durasi Tinggal)

Ini penting untuk menentukan apakah masih dianggap musafir atau tidak.

Kalau tinggal di suatu tempat dalam safar:

  • ≤ 4 hari (selain hari datang dan pergi) → masih musafir, boleh qashar & jama’.
  • >4 hari → bukan musafir lagi, maka harus salat lengkap.

Ini pendapat mazhab Syafi’i. Ada perbedaan pendapat di mazhab lain (misalnya Hanbali bisa sampai 15 hari).

  1. Syarat Safar (Agar Berlaku Hukum Rukhshah/Meringankan)

Agar bisa mendapat keringanan (rukhshah) seperti:

  • Boleh jama’ dan qashar salat
  • Boleh tidak puasa Ramadan

Maka syaratnya:

  1. Jarak minimal 80–85 km
  2. Tujuan perjalanan mubah (halal)
    Tidak untuk maksiat (misalnya: safar untuk mencuri atau berzina)
  3. Sudah benar-benar keluar dari wilayah tempat tinggal
  4. Tidak berniat tinggal lebih dari 4 hari di tempat tujuan

Keywords :