Ilustrasi (Foto: detik)
Terasmuslim.com - Puasa Ramadan merupakan salah satu rukun Islam yang telah diwajibkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kewajiban ini pertama kali ditetapkan pada tahun ke-2 Hijriah, setelah umat Islam hijrah ke Madinah. Sebelum itu, praktik berpuasa telah dikenal dalam berbagai bentuk, baik oleh umat-umat terdahulu maupun oleh masyarakat Arab sebelum datangnya Islam.
Allah mewajibkan puasa kepada umat Islam melalui firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menunjukkan bahwa puasa bukanlah ibadah baru, melainkan sudah menjadi bagian dari ajaran para nabi sebelumnya. Namun, dalam Islam, puasa Ramadan disyariatkan dengan aturan yang lebih jelas dan rinci.
Sebelum turunnya perintah puasa Ramadan, masyarakat Arab sudah mengenal beberapa bentuk puasa, seperti puasa Asyura (10 Muharram), yang diyakini sebagai tradisi yang diwarisi dari Nabi Musa. Puasa ini awalnya dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW sebelum kemudian diwajibkan berpuasa di bulan Ramadan. Setelah itu, puasa Asyura menjadi sunnah, bukan lagi kewajiban.
Pada awal diwajibkannya puasa Ramadan, aturan pelaksanaannya berbeda dengan yang kita kenal saat ini. Pada mulanya, umat Islam diperbolehkan makan dan minum setelah berbuka hingga mereka tidur. Jika seseorang tertidur setelah berbuka, maka ia harus berpuasa hingga waktu berbuka berikutnya, tanpa makan sahur.
Namun, aturan ini kemudian diperbarui dengan turunnya ayat yang memberi kelonggaran bagi umat Islam untuk makan, minum, dan berhubungan suami istri hingga waktu fajar. Hal ini termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 187:
"Makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar..."
Ayat ini menjadi pedoman utama dalam menentukan waktu sahur dan berbuka, sebagaimana yang diterapkan hingga saat ini.
Puasa tidak menghentikan perjuangan Nabi dan para sahabat dalam menyebarkan Islam. Justru, beberapa peristiwa besar terjadi di bulan Ramadan, seperti Perang Badar yang berlangsung pada 17 Ramadan tahun 2 Hijriah. Meskipun dalam kondisi berpuasa, kaum Muslimin mampu meraih kemenangan besar melawan pasukan Quraisy.
Selain itu, peristiwa turunnya Al-Qur`an atau Nuzulul Qur’an juga diyakini terjadi di bulan Ramadan. Ini menandakan bahwa bulan suci ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu yang penuh dengan keberkahan dan petunjuk bagi umat Islam.