• KEISLAMAN

Peristiwa Besar dalam Sejarah Nabi Muhammad SAW di Bulan Ramadan

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Jum'at, 21/03/2025
Peristiwa Besar dalam Sejarah Nabi Muhammad SAW di Bulan Ramadan Ilustrasi (Foto: nuonline)

Terasmuslim.com - Bulan Ramadhan bukan sekadar waktu untuk berpuasa, tetapi juga menjadi saksi bagi beberapa peristiwa penting dalam sejarah Islam. Di bulan yang penuh berkah ini, Nabi Muhammad SAW mengalami momen-momen besar yang mempengaruhi perjalanan dakwah dan perkembangan Islam. Berikut tiga peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadhan dalam sejarah Nabi.

1. Turunnya Wahyu Pertama

Salah satu peristiwa paling bersejarah dalam Islam terjadi pada bulan Ramadhan, yaitu turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Pada tahun 610 M, ketika beliau sedang bertafakur di Gua Hira, Malaikat Jibril datang menyampaikan ayat pertama dari Surah Al-‘Alaq.

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan..." (QS. Al-‘Alaq: 1)

Peristiwa ini menandai awal kenabian Rasulullah SAW dan menjadi titik awal penyebaran Islam. Sejak saat itu, wahyu terus turun hingga Al-Qur’an lengkap dalam jangka waktu 23 tahun.

2. Kemenangan dalam Perang Badar

Pada 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah (624 M), umat Islam meraih kemenangan dalam Perang Badar, pertempuran besar pertama antara kaum Muslimin dan Quraisy. Dengan pasukan yang jauh lebih kecil, hanya sekitar 313 orang melawan 1.000 pasukan Quraisy, kaum Muslimin berhasil memenangkan pertempuran ini berkat pertolongan Allah.

Kemenangan dalam Perang Badar menjadi bukti nyata bahwa perjuangan umat Islam mendapatkan perlindungan dan bantuan dari Allah, serta memperkuat posisi Nabi Muhammad  sebagai pemimpin kaum Muslimin.

3. Penaklukan Kota Makkah

Peristiwa bersejarah lainnya adalah Fathu Makkah atau Penaklukan Kota Makkah, yang terjadi pada 10 Ramadhan tahun ke-8 Hijriyah (630 M). Setelah bertahun-tahun menghadapi permusuhan dari Quraisy, Nabi Muhammad SAW memimpin pasukan Muslim sekitar 10.000 orang menuju Makkah.

Tanpa perlawanan berarti, Makkah akhirnya jatuh ke tangan umat Islam dengan damai. Rasulullah SAW memasuki kota dengan penuh rendah hati dan memberikan amnesti kepada penduduknya, termasuk mereka yang dulu memusuhinya. Setelah itu, beliau menghancurkan berhala-berhala di sekitar Ka’bah, menegaskan kembali Makkah sebagai pusat tauhid.