Yahya Sukamdani | Sabtu, 22/02/2025
Ilustrasi simbolik penyucian
Terasmuslim.com - Dalam ibadah haji dan umrah, bersuci dengan mandi sunnah sangat dianjurkan pada beberapa waktu tertentu untuk menjaga kebersihan dan kesucian.
Berikut adalah waktu-waktu yang disunnahkan mandi:
1. Sebelum Memakai Ihram (Wajib atau Sunnah Muakkadah)
- Kapan? Sebelum niat ihram dari miqat.
- Dalil: Rasulullah ﷺ mandi sebelum mengenakan ihram. (HR. Bukhari & Muslim)
- Tujuan:
- Menyucikan diri sebelum masuk dalam keadaan ihram.
- Menambah kebersihan dan kesiapan fisik untuk ibadah.
2. Sebelum Masuk Kota Makkah (Sunnah)
- Kapan? Sebelum memasuki Kota Makkah atau sebelum tiba di Masjidil Haram.
Tujuan:
- Menyambut tanah suci dalam keadaan bersih dan suci.
- Mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ yang mandi sebelum masuk Makkah.
3. Sebelum Wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah (Sunnah Muakkadah)
- Kapan? Sebelum masuk waktu wukuf di Arafah (siang hari 9 Dzulhijjah).
- Tujuan:
- Menyambut momen utama haji dalam keadaan suci dan bersih.
- Memudahkan untuk tetap dalam keadaan suci dalam waktu lama.
4. Sebelum Menginap di Muzdalifah (Sunnah)
- Kapan? Setelah meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah pada malam 10 Dzulhijjah.
- Tujuan:
- Memasuki malam yang penuh ibadah dalam keadaan bersih dan segar.
- Memudahkan menjaga kesucian saat bermalam di Muzdalifah.
5. Sebelum Melakukan Tawaf Ifadah atau Tawaf Wada (Sunnah)
- Kapan? Sebelum melaksanakan tawaf ifadah (rukun haji) atau tawaf wada (tawaf perpisahan).
- Tujuan:
- Agar dalam keadaan suci saat beribadah di Masjidil Haram.
- Memaksimalkan kekhusyukan dalam ibadah.
6. Sebelum Melempar Jumrah (Sunnah)
- Kapan? Sebelum melakukan lempar jumrah (pada hari-hari tasyrik).
- Tujuan:
- Menambah kesegaran dan kebersihan dalam melaksanakan lempar jumrah.
- Memudahkan menjaga kesucian di tengah keramaian jamaah haji.
Mandi sunnah dalam haji dan umrah bukan kewajiban, tetapi sangat dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.