Ilustrasi (Foto: IStockphoto)
Terasmuslim.com - Peristiwa Isra Mi`raj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang memberikan pelajaran mendalam tentang keimanan, ketakwaan, dan hubungan manusia dengan Tuhan.
Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan luar biasa dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, kemudian melanjutkan perjalanan menuju langit ketujuh untuk bertemu langsung dengan Allah SWT.
Isra Mi`raj terjadi pada tahun kesepuluh kenabian, di tengah-tengah kesedihan mendalam yang dialami Nabi Muhammad SAW setelah kehilangan istri tercintanya, Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib.
Peristiwa ini bukan hanya menjadi penghibur bagi Nabi, tetapi juga menjadi penguat iman bagi umat Islam.
Isra adalah bagian pertama dari perjalanan ini, di mana Nabi Muhammad SAW dibawa oleh Malaikat Jibril dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Dalam perjalanan ini, beliau menaiki Buraq, makhluk luar biasa yang digambarkan lebih cepat dari kilat.
Setibanya di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW memimpin shalat bersama para nabi terdahulu, sebuah simbol persatuan ajaran para utusan Allah.
Bagian kedua dari perjalanan ini adalah Mi`raj, di mana Nabi Muhammad SAW naik ke langit melalui tangga yang disebut Sidratul Muntaha. Di setiap tingkat langit, beliau bertemu dengan nabi-nabi sebelumnya, seperti Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa. Pada puncaknya, di langit ketujuh, Nabi Muhammad SAW bertemu langsung dengan Allah SWT.
Dalam pertemuan ini, Nabi menerima perintah salat lima waktu sebagai kewajiban utama bagi umat Islam. Awalnya, shalat yang diwajibkan berjumlah lima puluh waktu sehari, tetapi atas permintaan Nabi Muhammad SAW dan belas kasih Allah, kewajiban ini diringankan menjadi lima waktu dengan pahala yang setara dengan lima puluh shalat.
Isra Mi`raj memiliki banyak hikmah yang dapat diambil oleh umat Islam. Peristiwa ini mengajarkan pentingnya shalat sebagai pilar utama agama Islam dan sarana komunikasi langsung dengan Allah. Selain itu, perjalanan ini juga mengajarkan bahwa ujian dan kesulitan adalah bagian dari kehidupan, tetapi Allah selalu memberikan penghiburan dan pertolongan kepada hamba-Nya yang sabar dan tawakal.
Isra Mi`raj juga menunjukkan betapa luasnya kasih sayang Allah kepada umat manusia. Dengan kewajiban shalat lima waktu, Allah memberikan kesempatan kepada umat Islam untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan mengingat-Nya dalam setiap aspek kehidupan.
Peringatan Isra Mi`raj dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia dengan berbagai tradisi dan budaya. Di Indonesia, peringatan ini biasanya diisi dengan ceramah agama, pembacaan Al-Qur`an, dan doa bersama di masjid-masjid.
Acara ini menjadi momen untuk merenungkan makna mendalam dari peristiwa Isra Mi`raj dan memperkuat keimanan. Isra Mi`raj bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mengajarkan umat Islam untuk terus mendekatkan diri kepada Allah.
Dari Mekah ke langit ketujuh, Nabi Muhammad SAW memberikan teladan tentang keimanan yang kokoh, ketakwaan yang mendalam, dan perjuangan tanpa henti dalam menyebarkan kebenaran.