• KEISLAMAN

Lebih Keji Dari Membunuh dan Berzina, Ini Dosa yang Paling Besar Dalam Islam!

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Minggu, 12/01/2025
Lebih Keji Dari Membunuh dan Berzina, Ini Dosa yang Paling Besar Dalam Islam! Ilustrasi (Foto: mandiriamalinsani)

Terasmuslim.com - Dalam salah satu kisah yang diceritakan dari perjalanan dakwah Nabi Musa AS, terdapat sebuah pelajaran mendalam tentang pentingnya sholat dalam kehidupan seorang Muslim. Nabi Musa AS, yang dikenal sebagai Kalimullah (orang yang berbicara langsung dengan Allah), pernah mendapat petunjuk langsung dari Allah SWT mengenai amalan-amalan manusia yang paling buruk di sisi-Nya.

Diriwayatkan dalam sebuah hadis atau kisah hikmah yang banyak disampaikan oleh para ulama, Nabi Musa suatu ketika bertanya kepada Allah SWT:
"Ya Rabb, apakah ada dosa yang lebih besar daripada membunuh dan berzina?"

Allah SWT pun menjawab:
"Wahai Musa, melupakan sholat itu lebih buruk dari dosa-dosa besar seperti membunuh dan berzina. Sesungguhnya sholat adalah kewajiban pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Jika sholatnya baik, maka baiklah seluruh amal perbuatannya. Namun jika sholatnya rusak, maka rusak pula seluruh amalnya."

Sholat adalah salah satu rukun Islam yang paling utama setelah syahadat. Dalam Al-Qur`an, Allah SWT secara tegas menyebutkan bahwa sholat merupakan tiang agama:
"Dan dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar." (QS. Al-Ankabut: 45).

Sholat tidak hanya menjadi bentuk penghambaan seorang hamba kepada Tuhannya, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga jiwa manusia dari kehancuran moral dan spiritual. Ketika seseorang meninggalkan sholat, ia secara langsung memutus hubungan dengan Allah SWT dan membuka pintu bagi dosa-dosa lainnya.

Kisah Nabi Musa ini mengajarkan kepada umat manusia bahwa dosa melupakan atau meninggalkan sholat bukan hanya berdampak pada hubungan individu dengan Allah SWT, tetapi juga mencerminkan ketidakpedulian terhadap kewajiban yang paling dasar dalam agama.

Bagi pembunuh atau pezina, pintu taubat masih terbuka luas jika mereka benar-benar bertaubat dengan tulus. Namun, bagi mereka yang terus-menerus melupakan atau meninggalkan sholat, mereka sedang menutup jalan taubat itu sendiri karena memutus hubungan mereka dengan Allah SWT.

Kisah ini juga menjadi pengingat agar setiap Muslim menjaga shalat lima waktu dengan baik. Dalam keadaan apapun, sholat harus didirikan, baik dalam kondisi sehat maupun sakit, lapang maupun sempit. Karena pada akhirnya, sholatlah yang menjadi penentu nasib kita di akhirat kelak.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika sholatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya. Namun jika sholatnya rusak, maka rusak pula seluruh amalnya." (HR. Tirmidzi).

Kisah Nabi Musa ini menyadarkan kita bahwa melupakan shalat adalah perbuatan yang sangat berbahaya dan harus dihindari. Sebagai seorang Muslim, menjaga shalat adalah bentuk cinta dan penghormatan kita kepada Allah SWT, yang telah menciptakan kita dan memberikan segala nikmat. Jangan sampai kita tergolong orang-orang yang lalai terhadap kewajiban ini, karena dampaknya tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga di akhirat.