Ilustrasi (Foto: Kompasiana)
Terasmuslim.com - Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, muncul banyak pemimpin yang dikenal karena kejujuran, ketakwaan, dan kesederhanaannya. Salah satu tokoh yang mencerminkan nilai-nilai ini adalah Sa`id bin Amir al-Jumahi, seorang gubernur yang diangkat oleh Umar untuk memimpin wilayah Homs, Suriah. Kisah hidupnya yang penuh inspirasi menjadi teladan tentang kepemimpinan yang adil dan bertakwa.
Sebelum memeluk Islam, Sa`id bin Amir adalah salah satu saksi eksekusi Khubaib bin Adi, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, di Makkah. Peristiwa itu meninggalkan kesan mendalam dalam hatinya, hingga ia kemudian menerima Islam dan menjadi salah satu Muslim yang setia. Sejak saat itu, Sa`id menunjukkan komitmen luar biasa terhadap agama, menjadikan dirinya teladan dalam keimanan dan perjuangan.
Ketika Umar bin Khattab menjadi khalifah, ia dikenal sebagai pemimpin yang sangat selektif dalam memilih pejabat. Umar menginginkan pemimpin yang tidak hanya cakap, tetapi juga memiliki ketakwaan tinggi. Karena itulah, Umar mengangkat Sa`id bin Amir sebagai gubernur Homs. Pada awalnya, Sa`id merasa enggan menerima jabatan tersebut karena takut tergoda oleh kekuasaan, tetapi akhirnya ia menerima dengan niat melayani umat.
Sebagai gubernur, Sa`id bin Amir menjalankan tugasnya dengan sangat sederhana. Ia menolak hidup mewah dan lebih memilih hidup dalam kesederhanaan. Penduduk Homs bahkan pernah mengeluhkan gaya hidup Sa`id kepada Umar bin Khattab. Mereka menyampaikan bahwa Sa`id sering terlambat keluar rumah untuk bekerja, jarang terlihat di malam hari, dan tidak mau menemui orang setiap hari. Mendengar keluhan ini, Umar memanggil Sa`id untuk memberikan penjelasan.
Dalam pertemuannya dengan Umar, Sa`id menjelaskan alasannya. Ia mengatakan bahwa ia terlambat keluar rumah karena harus mengurus keluarganya yang tidak memiliki pembantu. Malam harinya, ia gunakan untuk beribadah kepada Allah, dan ia tidak dapat menemui rakyat setiap hari karena ia harus beristirahat dan mengatur waktu untuk mengurus kebutuhan pribadinya. Penjelasan ini membuat Umar menangis dan semakin menghormati Sa`id.
Sa`id bin Amir juga dikenal karena keteguhan hatinya dalam menghadapi godaan harta. Suatu ketika, Umar memberikan sejumlah uang kepada Sa`id untuk membantu kehidupannya. Namun, Sa`id justru memberikan seluruh uang tersebut kepada fakir miskin di wilayahnya. Ia tidak ingin kekayaan duniawi mengalihkan perhatiannya dari tanggung jawab sebagai pemimpin dan kehambaan kepada Allah.
Kisah Sa`id bin Amir menjadi pelajaran berharga tentang arti kepemimpinan yang sejati. Ia membuktikan bahwa seorang pemimpin bukanlah mereka yang mencari kemewahan, tetapi mereka yang melayani dengan ikhlas dan takut akan hisab Allah. Kepemimpinan Sa`id bin Amir yang adil, zuhud, dan bertakwa adalah cerminan dari nilai-nilai Islam yang sejati.
Dalam sejarah Islam, Sa`id bin Amir dikenang sebagai salah satu contoh terbaik dari pemimpin yang menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. Teladannya tetap relevan hingga kini, menginspirasi generasi Muslim untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan keimanan.