Ilustrasi foto muslimah solehah
Terasmuslim.com - Ruqayyah binti Muhammad adalah putri kedua Rasulullah SAW dari pernikahan beliau dengan Khadijah Radhiyallahu ‘Anha. Ia lahir sebelum masa kenabian dan tumbuh dalam keluarga yang penuh kasih serta akhlak mulia. Ketika Islam datang, Ruqayyah termasuk di antara orang-orang pertama yang beriman kepada Allah dan mendukung perjuangan ayahnya. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, “Dan orang-orang yang beriman, serta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di surga)” (QS. Ath-Thur: 21), menunjukkan keutamaan keluarga yang beriman, termasuk Ruqayyah.
Ruqayyah sempat menikah dengan putra Abu Lahab, namun pernikahan itu berakhir setelah turun surat Al-Masad yang mengecam Abu Lahab dan istrinya. Setelah itu, Rasulullah SAW menikahkan Ruqayyah dengan Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘Anhu, salah satu sahabat paling mulia. Mereka berdua kemudian ikut hijrah ke Habasyah, menjadikan Ruqayyah sebagai wanita Muhajirah pertama dalam Islam. Keteguhan imannya dan kesetiaannya kepada suami dalam perjuangan dakwah menjadi teladan luar biasa bagi perempuan Muslim.
Ketika Perang Badar terjadi, Ruqayyah sedang sakit keras di Madinah. Utsman tidak ikut berperang karena diperintahkan Rasulullah SAW untuk merawat istrinya. Setelah perjuangan berat, Ruqayyah wafat pada tahun ke-2 Hijriyah, tepat di hari kemenangan umat Islam di Badar. Saat Rasulullah kembali dari medan perang dan mendengar kabar wafatnya putri tercinta, beliau menangis dan memuji kesabaran Utsman. Hadits menyebutkan, Nabi SAW bersabda, “Setiap umat memiliki orang yang terpercaya, dan orang terpercaya umat ini adalah Utsman.” (HR. Bukhari).