ilustrasi - bayi baru lahir (Foto: Ist)
Jakarta, Terasmuslim.com - Kehadiran bayi dalam sebuah keluarga selalu menjadi momen penuh kebahagiaan dan rasa syukur.
Dalam ajaran Islam, kelahiran seorang anak bukan hanya anugerah, tetapi juga amanah besar yang harus dijaga dan dididik dengan kasih sayang serta nilai-nilai keimanan.
Untuk menyambut kelahiran buah hati, Islam mengajarkan berbagai amalan dan doa agar sang bayi tumbuh dalam lindungan serta keberkahan Allah SWT.
Ketika seorang bayi baru lahir, disunahkan bagi orang tua atau keluarga untuk membacakan adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri. Hal ini bertujuan agar kalimat pertama yang didengar sang bayi adalah kalimat tauhid.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ وُلِدَ لَهُ مَوْلُودٌ فَأَذَّنَ فِي أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَأَقَامَ فِي أُذُنِهِ الْيُسْرَى لَمْ تَضُرَّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ
“Barang siapa dikaruniai anak, lalu dibacakan adzan di telinga kanannya dan iqamah di telinga kirinya, maka anak itu tidak akan diganggu oleh setan.” (HR. Abu Ya’la dan Al-Baihaqi)
Selain itu, disunnahkan pula melakukan tahnik, yaitu memberikan sedikit kurma yang dilumatkan pada langit-langit mulut bayi. Amalan ini dilakukan sebagai bentuk doa agar bayi tumbuh kuat dan diberkahi rezekinya.
Setelah bayi lahir, orang tua dianjurkan untuk mendoakan keselamatan dan kebaikan bagi sang buah hati. Berikut salah satu doa yang mudah diamalkan:
اللَّهُمَّ أَنْبِتْهُ نَبَاتًا حَسَنًا، وَاجْعَلْهُ قُرَّةَ عَيْنٍ لِوَالِدَيْهِ، وَاحْفَظْهُ، وَبَارِكْ لَهُ فِيهِ، وَاجْعَلْهُ مِنْ أَهْلِ الصَّلَاحِ وَالْفَلَاحِ
“Ya Allah, tumbuhkanlah dia sebagai anak yang baik, jadikanlah dia penyejuk hati bagi kedua orang tuanya, lindungilah dia, berkahilah kehidupannya, dan jadikanlah dia termasuk orang yang saleh dan beruntung.”
Doa ini dapat dibacakan setelah kelahiran, saat menimang bayi, atau ketika melakukan aqiqah, sebagai bentuk permohonan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang taat dan berakhlak mulia.
Selain doa, Islam juga menganjurkan pelaksanaan aqiqah sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anak. Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ غُلَامٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ، تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ، وَيُسَمَّى
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya; disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Aqiqah tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga simbol penyucian dan doa agar anak hidup dalam keberkahan, kesehatan, serta keselamatan dunia akhirat.
Melantunkan doa untuk bayi yang baru lahir merupakan wujud cinta dan rasa syukur kepada Allah SWT. Dengan doa dan amalan yang sesuai tuntunan Rasulullah SAW, orang tua berharap buah hati mereka tumbuh menjadi anak yang sehat, berbakti, dan membawa keberkahan bagi keluarga serta umat.
Karena sejatinya, doa orang tua adalah salah satu doa yang paling mustajab di sisi Allah SWT, doa yang akan senantiasa mengiringi langkah kecil sang anak hingga dewasa.