Ilustrasi - kematian (Foto: Ist)
Jakarta, Terasmuslim.com - Kematian adalah sebuah keniscayaan yang akan dialami oleh setiap makhluk hidup. Dalam ajaran Islam, kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan menuju kehidupan yang abadi.
Waktu datangnya memang tak dapat diketahui secara pasti, namun keyakinan dalam Islam menyebutkan bahwa takdir kematian telah ditetapkan oleh Allah SWT jauh sebelum seseorang dilahirkan, sebagaimana termaktub dalam Surat Ali Imran ayat 145.
Meski waktunya menjadi rahasia Ilahi, para ulama menyebut bahwa Allah memberikan isyarat-isyarat tertentu kepada hamba-Nya yang beriman menjelang ajal.
Menurut Al-Qurtubi, tanda-tanda kematian bukan sekadar hancurnya tubuh, melainkan proses terlepasnya jiwa dari raga dan transisi dari dunia fana menuju alam berikutnya. Tanda-tanda ini dapat mulai terasa bahkan sejak 100 hari sebelum kematian, dan semakin kuat seiring waktu berjalan.
Pada tahap awal, seseorang mungkin akan mulai merasakan perubahan suhu tubuh yang drastis saat waktu Asar tiba. Tubuh terasa dingin dan menggigil dari ujung kepala hingga kaki. Bagi orang yang beriman, ini menjadi momen refleksi untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal. Namun sebaliknya, mereka yang lalai justru kian larut dalam kenikmatan duniawi.
Seiring mendekatnya waktu, 40 hari sebelum ajal, denyutan halus di bagian tengah tubuh kerap muncul. Ini dikaitkan dengan peristiwa spiritual ketika nama seseorang digugurkan dari Arsy. Pada tahap ini, malaikat maut mulai mempersiapkan diri untuk menjemput ruh, bahkan bisa menampakkan diri dalam wujud manusia—meski tidak semua menyadarinya.
Seminggu sebelum ajal, pada sebagian orang yang tengah menghadapi sakit, muncul tanda-tanda yang justru bertolak belakang dengan kondisi sebelumnya. Nafsu makan mereka meningkat secara tiba-tiba, seolah menjadi kekuatan terakhir sebelum ruh berpisah dari jasad.
Tiga hari menjelang ajal, tanda-tanda fisik menjadi lebih kentara. Bola mata mulai kehilangan kilaunya, bagian telinga terlihat mengerut, dan kaki sulit ditegakkan. Denyutan di bagian dahi menjadi ciri khas yang menyiratkan bahwa waktu sudah sangat dekat.
Ketika kematian hanya tinggal menghitung hari, seseorang dapat merasakan denyutan di belakang kepala. Perasaan sejuk yang menjalar dari bagian atas tubuh ke bawah lalu naik ke kerongkongan menjadi proses akhir menjelang ruh terangkat. Dalam kondisi seperti ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan mengucap kalimat syahadat sebagai bentuk pasrah total kepada takdir Allah.
Islam memandang kematian bukan semata-mata sebagai berakhirnya kehidupan biologis, melainkan sebagai gerbang menuju akhirat. Al-Qur`an mengajarkan bahwa iman kepada Allah harus diiringi dengan keyakinan pada hari akhir untuk mencapai kesempurnaan spiritual dan moral. Sebab tanpa keimanan kepada kehidupan setelah mati, kesalehan dan kedamaian batin tidak akan pernah utuh.
Sebagaimana diungkap oleh para ulama seperti Hasan dan Rasyid, kematian adalah peristiwa yang tak hanya memutus hubungan duniawi, tetapi juga menandai dimulainya pertanggungjawaban yang hakiki.
Maka dari itu, mengenali tanda-tanda kematian bukan untuk menakuti, tetapi untuk mempersiapkan diri dengan amal dan iman yang teguh.