• KEISLAMAN

Doa dan Hikmah dalam Bercocok Tanam Menurut Islam

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Selasa, 29/07/2025
Doa dan Hikmah dalam Bercocok Tanam Menurut Islam Ilustrasi - bercocok tanam dalam ajaran Islam sangat dianjurkan untuk kesehatan fisik (Foto: Dok. Lindungihutan)

Jakarta, Terasmuslim.com - Bercocok tanam bukan hanya sebuah aktivitas fisik untuk menghasilkan pangan, namun juga sebuah ibadah yang memiliki makna mendalam dalam ajaran Islam.

Aktivitas ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan diri, tetapi juga dapat memberi manfaat bagi orang lain, serta mendatangkan pahala yang berkelanjutan, baik untuk petani maupun bagi mereka yang memanfaatkannya. Tanaman yang ditanam, jika dirawat dengan baik dan diiringi dengan doa yang tulus, akan memberikan keberkahan bagi hidup seorang Muslim.

Dalam Islam, bercocok tanam dipandang sebagai usaha untuk berikhtiar sambil memohon berkah dan perlindungan dari Allah SWT.

Salah satu doa yang dapat dibaca ketika menanam tanaman berasal dari Surat Al-Waqi‘ah ayat 63-64, yang diawali dengan ta`awudz dan dilanjutkan dengan doa panjang memohon keberkahan dan perlindungan tanaman dari segala gangguan. Ayat tersebut berbunyi:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَ، ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزّٰرِعُوْنَ

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Apakah kamu memperhatikan benih yang kamu tanam? Apakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkan?" (QS. Al-Waqi‘ah: 63-64).

Doa ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan oleh Allah, termasuk dalam proses bercocok tanam.

Imam Al-Qurtubi dalam kitab Al-Jami‘u li Ahkamil Qur`an menyatakan bahwa doa ini terbukti mujarab untuk melindungi tanaman dari hama dan penyakit.

Selain itu, ada doa dari Surat Al-Anbiya ayat 30 yang mengajarkan tentang pentingnya air sebagai sumber kehidupan bagi tanaman:

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ

Artinya: "Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air." (QS. Al-Anbiya: 30).

Doa ini mengingatkan kita akan peran air yang sangat penting bagi kehidupan tanaman, yang merupakan salah satu elemen penting dalam bercocok tanam.

Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa khusus untuk melindungi ladang dan tanaman dari gangguan serta meningkatkan hasil panen:

اَللَّهُمَّ كَمَا أَرَيْتَنَا أَوَّلَهُ فَأَرِنَا آخِرَهُ

Artinya: "Tuhanku, perlihatkanlah kepada kami hasil akhir cocok tanam kami sebagaimana Engkau memperlihatkan hasil awalnya."

Bacaannya mengungkapkan harapan akan keberkahan dan kesempurnaan hasil panen yang terus berlanjut.

Mengawali kegiatan bercocok tanam dengan menyebut nama Allah juga dianjurkan. Membaca Bismillah pada setiap awal pekerjaan dianggap membawa berkah, seperti dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al-Khatib, Ar-Rahawai, dan As-Subki yang menyatakan bahwa setiap pekerjaan yang tidak dimulai dengan Bismillah akan terputus keberkahannya.

Selain doa untuk keberkahan hasil panen, ada juga doa khusus agar tanaman terhindar dari hama. Doa ini mirip dengan doa yang terdapat dalam Surat Al-Waqi‘ah, yang berbunyi:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

Doa ini memohon perlindungan agar tanaman tumbuh optimal tanpa gangguan hama yang merusak.

Ketika melihat buah dari tanaman yang telah dipelihara dan berkembang, ada doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon keberkahan pada buah-buahan yang dihasilkan, serta untuk kemakmuran tanah tempat tanaman itu tumbuh. Doa ini berbunyi:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي ثَمَرِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا

Artinya: "Ya Allah, berkahilah buah-buahan kami, berkahilah kota kami, berkahilah sha’ kami, dan berkahilah mud kami."