Ilustrasi Kiamat (Foto: kompas)
Jakarta, Terasmuslim.com - Pertanyaan seputar hari kiamat dan apa yang terjadi setelahnya terus menjadi topik yang menggugah hati umat Islam. Salah satu yang kerap muncul adalah. Apakah setelah kiamat Allah akan menciptakan dunia baru yang mirip dengan dunia sekarang?
Pertanyaan ini mengemuka di berbagai majelis ilmu dan pengajian, mencerminkan rasa penasaran umat terhadap nasib akhir kehidupan manusia.
Menanggapi hal tersebut, KH Yahya Zainul Ma`arif, atau yang lebih dikenal sebagai Buya Yahya, memberikan penjelasan dalam sebuah majelis ilmu di Al-Bahjah yang dikutip pada Minggu (29/6).
Dalam sesi tanya jawab, seorang jamaah mengangkat pertanyaan tentang kemungkinan adanya dunia baru setelah manusia dihisab dan masuk ke surga atau neraka.
Buya Yahya menjawab dengan jelas bahwa tidak ada dalil yang sahih, baik dari Al-Qur’an maupun hadits, yang menyatakan bahwa Allah akan menciptakan kembali dunia baru setelah hari kiamat. “Setelah kiamat, yang ada adalah kehidupan akhirat, bukan kehidupan dunia lagi,” tegas beliau.
Ia menerangkan bahwa kehidupan pasca-kiamat adalah kehidupan akhirat yang bersifat kekal. Prosesnya dimulai dari dikumpulkannya manusia di Padang Mahsyar, dihisab amal perbuatannya, melewati jembatan shirath, dan berakhir dengan penentuan tempat abadi: surga atau neraka.
“Tidak disebutkan dalam sumber-sumber Islam bahwa Allah akan menciptakan kembali dunia seperti yang kita jalani sekarang,” ujar Buya.
Istilah "hari akhir" dalam Islam sendiri menunjukkan finalitas, yakni bahwa itulah penutup dari semua urusan duniawi.
Alih-alih memperdebatkan kemungkinan adanya dunia kedua, Buya Yahya justru mengajak umat untuk lebih fokus pada persiapan menghadapi kehidupan akhirat.
“Kita masih hidup, masih ada kesempatan. Gunakan itu untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal,” ujarnya.
Menurut Buya, membahas hal-hal gaib yang tidak memiliki dasar dalil hanya akan menghabiskan waktu dan menjauhkan seseorang dari inti ajaran Islam.
Yang lebih utama adalah memanfaatkan usia yang pendek di dunia ini untuk mengumpulkan bekal bagi kehidupan yang tidak ada akhirnya nanti.
Buya Yahya kembali menekankan bahwa seluruh fase setelah kiamat – termasuk Padang Mahsyar, timbangan amal, shirath, hingga masuk ke surga atau neraka, merupakan bagian dari kehidupan akhirat, bukan dunia baru yang serupa dengan dunia saat ini.
“Kita tidak menemukan dalam Al-Qur’an atau hadits yang menyebutkan bahwa akan ada lagi dunia seperti ini setelah kiamat. Yang ada hanyalah kehidupan akhirat, dan itu bersifat kekal,” tegasnya.
Penjelasan ini menjadi pengingat penting agar umat Islam tidak terjebak dalam spekulasi mengenai alam gaib yang tidak didukung dalil, dan tetap berpegang teguh pada ajaran yang jelas serta memprioritaskan persiapan menuju akhirat.
"Jangan sibuk memikirkan urusan Allah. Uruslah dirimu, waktumu, dan bekalmu menuju akhirat,” pungkas Buya Yahya.