• UMRAH & HAJI

Bolehkah Membuat Konten Sosial Media Ketika Umrah dan Haji?

Yahya Sukamdani | Sabtu, 19/04/2025
Bolehkah Membuat Konten Sosial Media Ketika Umrah dan Haji? Ilustrasi foto selfie (Foto: Ist)

Terasmuslim.com - Pertanyaan tentang bolehkah membuat konten ketika umrah dan haji menurut Islam adalah pertanyaan yang sangat relevan di era digital saat ini. Banyak jamaah membawa ponsel untuk mengambil gambar atau merekam video, lalu membagikannya di media sosial dalam bentuk vlog, reels, atau bahkan konten dakwah. Namun, aktivitas ini tidak cukup dijawab dengan “boleh” atau “tidak boleh” saja—ia memerlukan pendekatan fikih, niat, adab, dan tujuan.

Berikut adalah pembahasan komprehensif mengenai hukum membuat konten saat menjalankan ibadah umrah dan haji menurut Islam:

  1. Hukum Dasar: Boleh Selama Tidak Mengganggu Esensi Ibadah

Secara hukum fikih, membuat konten dalam bentuk dokumentasi atau rekaman video diperbolehkan, asalkan tidak mengandung unsur yang haram dan tidak merusak kekhusyukan ibadah. Hal ini termasuk dalam perkara mubah (boleh) yang bisa menjadi bernilai pahala atau berdosa tergantung niat dan caranya.

Kaidah fikih:

الأصل في الأشياء الإباحة ما لم يدل دليل على التحريم
"Hukum asal segala sesuatu adalah boleh, selama tidak ada dalil yang mengharamkannya."

Namun, perlu digarisbawahi bahwa ibadah haji dan umrah adalah ibadah fisik dan ruhani. Ketika seseorang terlalu sibuk membuat konten (misalnya sibuk mencari angle terbaik saat thawaf atau selfie saat wukuf), ia dikhawatirkan:

  • Kehilangan kekhusyukan.
  • Terganggu fokusnya.
  • Melanggar adab suci tanah haram.
  • Terjatuh pada riya atau sum`ah (ingin dikenal dan dipuji orang lain).
  1. Tujuan Membuat Konten: Antara Dakwah dan Riya

Dalam Islam, niat adalah segalanya. Jika konten dibuat dengan niat untuk:

  • Dakwah: Memberi edukasi tentang manasik, adab haji, lokasi suci, atau berbagi pelajaran spiritual — maka bisa bernilai pahala.
  • Pamer: Untuk menunjukkan bahwa ia mampu pergi haji/umrah, berpose di depan Ka`bah atau Raudhah, ingin dipuji sebagai “saleh/salehah” — maka bisa menjadi riya, bahkan dosa.

 Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya…”
(HR. Bukhari & Muslim)

  1. Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Membuat Konten

Beberapa hal yang secara syar’i dan etika tidak diperbolehkan saat membuat konten:

  • Mengganggu jamaah lain saat ibadah (menutup jalan thawaf, memotret orang lain tanpa izin).
  • Berpose tidak sopan di tempat suci (contohnya selfie gaya bebas dekat Ka`bah).
  • Membuat narasi palsu (berpura-pura khusyuk, atau menggunakan aktor/skrip di Raudhah).
  • Merekam wanita tanpa hijab atau aurat jamaah lain.
  • Menjadikan ibadah sebagai ajang komersialisasi atau monetisasi secara tidak etis.
  1. Etika Membuat Konten yang Dibolehkan

Jika ingin membuat konten saat haji/umrah, perhatikan adab berikut ini agar tetap sesuai syariat:

  1. Pastikan ibadah tetap prioritas. Jangan sampai waktu, fokus, dan energi tersita hanya untuk merekam.
  2. Pilih waktu yang longgar, misalnya setelah selesai ibadah.
  3. Gunakan bahasa dan visual yang sopan.
  4. Hindari wajah orang lain tanpa izin, terutama perempuan.
  5. Sampaikan nilai edukatif atau inspiratif, bukan gaya hidup mewah atau promosi pribadi.
  6. Tidak menyebutkan angka-angka biaya secara menyombongkan diri.

Keywords :