• KEISLAMAN

Kenapa Penting Tauhid Dalam Islam

Yahya Sukamdani | Rabu, 16/04/2025
Kenapa Penting Tauhid Dalam Islam Allah Subhannahu Wa Taala

Teras muslim.com - Tauhid merupakan inti dari seluruh ajaran Islam. Ia adalah fondasi utama yang membedakan antara keimanan dan kekufuran, antara penyembahan kepada Tuhan yang benar dengan penyembahan kepada sesuatu yang batil. Dalam Islam, semua amal, ibadah, dan bentuk ketundukan tidak akan diterima tanpa adanya tauhid yang benar. Tauhid tidak sekadar mengenal Allah sebagai Tuhan, tetapi mengesakan-Nya dalam segala aspek kehidupan: dalam ibadah, keyakinan, niat, serta hukum yang dijalankan.

Tauhid secara etimologis berasal dari kata waḥḥada-yuwaḥḥidu, yang berarti menjadikan satu atau mengesakan. Sementara secara terminologi (istilah), tauhid adalah meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam rububiyah (penciptaan dan pemeliharaan), uluhiyah (peribadahan), dan asma wa sifat-Nya (nama dan sifat-sifat-Nya). Pemahaman inilah yang menjadi poros segala bentuk keislaman yang sah.

Dalam Al-Qur’an, penekanan terhadap pentingnya tauhid begitu mendominasi. Bahkan seluruh dakwah para nabi, dari Nabi Nuh ‘alaihissalam hingga Nabi Muhammad ﷺ, dimulai dengan seruan yang sama:

“Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia.”
(QS. Al-A‘raf: 59, dan diulang di banyak tempat untuk para nabi yang lain)

Tauhid bukan hanya pembeda antara Islam dan kekafiran, tetapi juga antara amal yang diterima dan ditolak. Allah berfirman:

“Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelum kamu: `Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya amalmu akan sia-sia dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.`”
(QS. Az-Zumar: 65)

Tauhid memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan seorang Muslim. Ia memberikan ketenangan hati karena menyandarkan segala sesuatu hanya kepada Allah. Seorang yang bertauhid sejati tidak bergantung pada makhluk, tidak takut selain kepada Allah, dan tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama hidup. Tauhid membebaskan manusia dari segala bentuk perbudakan terhadap sesama manusia, sistem, atau keinginan duniawi.

Ada tiga bentuk tauhid yang dipahami oleh para ulama Ahlus Sunnah:

  1. Tauhid Rububiyah – meyakini bahwa hanya Allah yang menciptakan, mengatur, dan menguasai alam semesta.
  2. Tauhid Uluhiyah – meyakini bahwa hanya Allah yang berhak disembah, tanpa mempersekutukan-Nya dengan apapun.
  3. Tauhid Asma’ wa Shifat – meyakini bahwa Allah memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang agung, tanpa menyamakan dengan makhluk-Nya dan tanpa menolak makna dari nama-nama tersebut.

Tauhid adalah dasar keselamatan di dunia dan akhirat. Ia adalah syarat diterimanya ibadah, sebab semua amal kebaikan akan sia-sia tanpa dasar tauhid. Misi utama para nabi adalah untuk menanamkan tauhid di tengah masyarakat. Oleh karena itu, setiap Muslim wajib memahami, menjaga, dan memperkuat tauhid dalam hati, lisan, dan perbuatannya, serta menjauhi segala bentuk syirik yang dapat merusak keimanan.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

“Barang siapa yang mati dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka dia akan masuk surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Keywords :