Ilustrasi Thibbun Nabawi
Terasmuslim.com - Dalam Islam, sakit bukan hanya kondisi fisik semata, tapi juga bagian dari ujian, rahmat, dan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Pandangan Islam terhadap sakit sangatlah dalam dan penuh hikmah. Berikut adalah penjelasan makna sakit menurut Islam:
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu penyakit atau keletihan, kegundahan, kesedihan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus dosa-dosanya karena itu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Sakit menjadi sarana pembersih diri. Bahkan hal kecil seperti flu atau lelah bisa menjadi penggugur dosa jika disikapi dengan sabar.
Allah berfirman:
“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji?”
(QS. Al-Ankabut: 2)
Sakit menguji kesabaran, keikhlasan, dan seberapa jauh kita tetap yakin dan berserah diri kepada Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sungguh menakjubkan urusan orang yang beriman. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa musibah, ia bersabar, maka itu juga baik baginya.”
(HR. Muslim)
Artinya, sakit pun bisa menjadi ladang pahala, asalkan dihadapi dengan kesabaran dan ketundukan.
Banyak orang yang ketika sehat lalai, tetapi saat sakit baru merenung, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Allah. Dalam kondisi sakit, hati menjadi lebih lembut, dan doa lebih khusyuk.
Rasulullah SAW bersabda:
“Berobatlah, karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit melainkan juga menurunkan penawarnya.”
(HR. Abu Dawud)
Islam tidak mengajarkan pasrah tanpa usaha. Berobat adalah bagian dari ikhtiar, dan tawakal adalah menyandarkan hasilnya pada Allah.
Rasulullah SAW mengajarkan berbagai doa untuk dibaca ketika sakit, seperti:
“Allahumma rabban naas, adzhibil ba’s, isyfi Anta asy-Syaafii, laa syifaa’a illa syifaa’uka, syifaa’an laa yughaadiru saqamaa.”
(Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkau Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit sedikit pun).
(HR. Bukhari dan Muslim)