
Ilustrasi berdoa (Foto: Pexels/Thridman)
Terasmuslim.com – Dalam garis waktu kalender Islam, hari Jumat memiliki kedudukan yang paling mulia di antara hari-hari lainnya, sehingga kerap dijuluki sebagai Sayyidul Ayyam atau Pemimpin Hari.
Keistimewaan hari ini tidak hanya dimulai sejak terbitnya fajar di hari Jumat, melainkan sudah bergulir sejak matahari terbenam (maghrib) pada hari Kamis, yang secara teologis menandai masuknya waktu malam Jumat.
Mengingat besarnya pelipatgandaan pahala dan keutamaan waktu tersebut, Rasulullah SAW menganjurkan umat Muslim untuk mengoptimalkan malam Jumat dengan berbagai aktivitas ibadah.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini enam amalan sunnah malam Jumat yang dapat diamalkan untuk mempertebal pahala:
1. Memperbanyak Pembacaan Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
Membaca shalawat merupakan amalan yang sangat ditekankan pada malam dan hari Jumat. Rasulullah SAW secara personal meminta umatnya untuk meningkatkan intensitas shalawat pada waktu ini, karena rindu dan salam tersebut akan disampaikan langsung kepada beliau.
"Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat, karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Al-Baihaqi).
2. Membaca Surah Al-Kahfi
Membaca Surah Al-Kahfi (surah ke-18 dalam Al-Qur`an) adalah salah satu amalan ikonik mingguan. Sunnah ini dapat dicicil mulai dari malam Jumat hingga berakhirnya hari Jumat. Membaca 110 ayat dalam surah ini memberikan proteksi spiritual yang kuat bagi seorang mukmin.
Allah SWT menjanjikan pancaran cahaya iman dan keselamatan yang akan menerangi pembacanya di antara dua Jumat, serta diberikan perlindungan dari fitnah akhir zaman (fitnah Dajjal).
3. Membaca Surah Yasin
Selain Surah Al-Kahfi, menghidupkan malam Jumat dengan membaca Surah Yasin juga menjadi amalan yang lazim dan dianjurkan oleh para ulama berdasarkan kelonggaran dalil-dalil fadhailul a`mal (keutamaan amal).
Membaca Surah Yasin secara khusyuk di malam hari merupakan wasilah untuk memohon ampunan dosa-dosa masa lalu dan memohon ketenangan jiwa kepada Allah SWT.
4. Melakukan Shalat Tahajud dan Witir (Qiyamul Lail)
Meskipun shalat malam (qiyamul lail) disunnahkan pada setiap malam, melaksanakannya pada malam Jumat memiliki nilai kekhusyukan tersendiri.
Mengingat hari Jumat adalah hari dikabulkannya doa, sepertiga malam terakhir di malam Jumat menjadi momentum emas bagi seorang hamba untuk bermunajat, mengadukan persoalan hidup, dan memohon kelapangan rezeki melalui shalat Tahajud.
5. Memperbanyak Doa di Waktu-Waktu Mustajab
Malam Jumat dipenuhi oleh waktu-waktu ijabah (dikabulkannya doa). Umat Muslim dianjurkan untuk tidak melewatkan momentum setelah shalat fardhu Maghrib dan Isya, serta waktu sepertiga malam untuk memanjatkan doa secara spesifik, baik untuk kebaikan diri sendiri, keluarga, maupun bagi sesama umat Muslim yang sedang menghadapi kesulitan.
6. Menjaga Kebersihan Fisik (Persiapan Sunnah Jumat)
Sebagian persiapan fisik untuk rangkaian ibadah shalat Jumat sudah bisa dicicil sejak malam Jumat, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat di pagi harinya.
Amalan ini meliputi memotong kuku yang sudah panjang, mencukur bulu-bulu halus di badan, membersihkan diri, hingga menyiapkan pakaian terbaik yang bersih dan suci untuk digunakan ke masjid keesokan harinya.
TAGS : Ibadah Sunnah Malam Jumat Amalan Sunnah