
Iustrasi foto menjenguk yang sakit
Terasmuslim.com - Penyakit yang menimpa seorang hamba pada hakikatnya merupakan ujian dan ketentuan dari Allah Ta’ala.
Manusia sering kali lupa bahwa obat dan dokter hanyalah perantara dalam proses meraih kesembuhan.
Keyakinan yang lurus menuntut kita untuk percaya bahwa kesembuhan mutlak berada di tangan-Nya.
Allah Ta’ala telah menegaskan kuasa-Nya dalam Al-Qur`an Surat Asy-Syu`ara ayat 80 yang berbunyi:
"Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku." (QS. Asy-Syu`ara: 80).
Ayat mulia ini menjadi tamparan keras bagi umat yang kerap mendewakan pengobatan medis semata.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan kita untuk selalu bersandar kepada Sang Pencipta.
Dalam sebuah hadits shahih riwayat Bukhari, beliau bersabda mengenai hakikat penyembuh sejati:
"Hilangkanlah penyakit ini, wahai Tuhan manusia, sembuhkanlah karena Engkau-lah Maha Penyembuh." (HR. Bukhari).
Melalui tuntunan tersebut, Islam mengajarkan konsep tawakal yang aktif dan seimbang.
Kita diperintahkan untuk berikhtiar mencari obat, namun hati tetap bergantung penuh kepada Allah Ta`ala.
Ketika kesembuhan itu akhirnya datang, pujian dan rasa syukur wajib ditujukan pertama kali kepada-Nya.
Menisbatkan kesembuhan sepenuhnya kepada makhluk bisa menjerumuskan seorang Muslim ke dalam celah syirik.
Sebab, tidak ada satu pun zat di dunia ini yang mampu mengangkat penyakit tanpa izin-Nya.
Mari perbaiki tauhid kita dalam menghadapi setiap ujian kesehatan yang datang silih berganti.
Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga kesehatan fisik dan meluruskan akidah kita semua.
TAGS : Allah penyembuh penyakit ikhtiar dan tawakal obat