KEISLAMAN

Sains Bantah Manusia Raksasa, Bagaimana Tinggi Nabi Adam?

Yahya Sukamdani| Minggu, 21/06/2026
Penjelasan sains dan hadist tentang tinggi Nabi Adam tiga puluh meter. Ilustrasi foto kisah Nabi (Foto: Ilustrasi AI)

Terasmuslim.com - Diskusi mengenai tinggi badan manusia pertama kerap memicu perdebatan sengit antara pendekatan sains modern dan teks keagamaan.

Secara ilmiah, hukum fisika square-cube law menegaskan bahwa makhluk hidup setinggi tiga puluh meter tidak akan mampu menopang berat tubuhnya sendiri di bumi hari ini.

Jika ukuran tubuh membesar linear, maka volume dan beratnya akan melonjak drastis hingga membuat tulang kaki patah seketika akibat gravitasi.

Sistem peredaran darah juga akan gagal total karena jantung tidak memiliki daya dorong yang cukup untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh raksasa tersebut.

Baca juga :

Namun, sebagai umat Islam yang beriman, kita memiliki sandaran wahyu yang mutlak kebenarannya mengenai awal mula penciptaan.

Rasulullah SAW telah memberikan informasi yang sangat jelas mengenai postur tubuh bapak umat manusia melalui lisan beliau yang mulia.

Dalam sebuah hadist sahih, beliau menegaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia pertama dengan ukuran yang jauh berbeda dari kita sekarang.

"Allah menciptakan Adam dengan tinggi enam puluh hasta (sekitar 30 meter)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Teks nubuat ini wajib diimani oleh setiap muslim sebagai bagian dari mukjizat dan kuasa Allah SWT yang melampaui nalar manusia.

Secara ilmiah keimanan, kondisi bumi dan atmosfer di awal penciptaan tentu sangat berbeda dengan karakteristik lingkungan modern saat ini.

Para ilmuwan muslim berpendapat bahwa hukum fisika, kadar oksigen, hingga kekuatan gravitasi purba bisa jadi telah disesuaikan oleh Sang Pencipta untuk menopang kehidupan saat itu.

Oleh karena itu, ketidakmampuan manusia zaman sekarang untuk hidup dengan tinggi tersebut tidak bisa dijadikan alat untuk menegasikan kebenaran hadist.

Sains modern yang bersifat teoretis dan terus berkembang sejatinya belum mampu menjangkau seluruh misteri masa lalu yang terjadi miliaran tahun lalu.

Fenomena penyusutan tinggi badan manusia dari generasi ke generasi yang disebutkan pula dalam hadist tersebut menjadi bukti adanya perubahan biologis yang nyata.

Menyelaraskan iman dan ilmu pengetahuan berarti meyakini bahwa keterbatasan sains hari ini adalah bukti keagungan ilmu Allah SWT yang tanpa batas.

TAGS : tinggi Nabi Adam mukjizat penciptaan asal usul

Terkini