
Ilustrasi foto anak asik main gadget tidak perduli nasehat orang tua
Terasmuslim.com - Pemandangan anak yang lebih asyik menatap layar gawai ketimbang mengobrol dengan orang tua kini menjadi fenomena jamak di era digital.
Kehadiran gadget yang tanpa batas perlahan tapi pasti mulai mengikis kehangatan interaksi dan komunikasi di dalam rumah tangga Muslim.
Anak-anak kini lebih mudah mencari hiburan dan kenyamanan pada dunia maya daripada mengadu kepada ayah dan ibu mereka sendiri.
Kondisi ini merupakan alarm keras bagi para orang tua, karena renggangnya kedekatan emosional bisa mengancam masa depan spiritual anak.
Dalam pandangan Islam, anak adalah amanah besar sekaligus ujian yang kelak pertanggungjawabannya akan dituntut secara langsung oleh Allah SWT.
Kewajiban utama orang tua bukan sekadar memberi fasilitas materi, melainkan menjaga dan mendidik jiwa mereka agar selamat di akhirat.
Tugas mulia ini ditegaskan oleh Allah SWT dengan sangat indah di dalam Al-Qur`an Surah At-Tahrim ayat 6.
"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu." (QS. At-Tahrim: 6).
Ayat tersebut mengingatkan bahwa membiarkan anak hanyut dalam candu gawai tanpa arahan sama saja dengan melalaikan benteng perlindungan mereka.
Orang tua tidak boleh abai, karena setiap pemimpin di dalam rumah tangga akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.
Rasulullah SAW memperingatkan hal ini dalam hadis riwayat Bukhari, bahwa seorang suami adalah pemimpin di keluarganya dan seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya.
Kedua orang tua harus hadir secara utuh, mencontoh pola asuh penuh kasih sayang dan komunikasi dialogis seperti yang diajarkan dalam Islam.
Lihatlah bagaimana Al-Qur`an mengabadikan kisah Luqman yang memanggil anaknya dengan lembut sebelum menanamkan nilai-nilai tauhid yang kokoh.
Kedekatan emosional dan spiritual antara orang tua dan anak tidak akan pernah bisa digantikan oleh algoritma secanggih apa pun.
Oleh karena itu, mari batasi waktu layar, letakkan gawai kita, dan mulailah memeluk serta mendengarkan cerita anak-anak kita dengan tulus.
Kembalikan rumah kita menjadi madrasah pertama yang penuh berkah, tempat anak menemukan cinta sejati dan bimbingan menuju surga-Nya.
TAGS : anak kecanduan gadget parenting islami mendidik anak