
Ilustrasi foto gelisah belum shalat
Terasmuslim.com - Mengaku beragama Islam namun sering kali menunda bahkan sengaja meninggalkan shalat lima waktu kini menjadi fenomena yang kian marak.
Banyak di antara kita yang terjebak dalam rutinitas duniawi yang padat, hingga mengorbankan panggilan suci yang berkumandang setiap hari.
Padahal, dalam arsitektur Islam, shalat bukanlah sekadar kewajiban ritual biasa, melainkan tiang penyangga utama robohnya iman seseorang.
Ketika seorang Muslim mulai berani melalaikan shalat, maka ia sedang meruntuhkan benteng spiritual yang melindungi dirinya dari kemaksiatan.
Dampak buruk bagi mereka yang meremehkan ibadah fardhu ini telah digambarkan dengan sangat mengerikan di dalam Al-Qur`an.
Allah SWT secara spesifik memberikan ancaman keras bagi orang-orang yang lalai dalam shalatnya melalui Surah Al-Ma`un ayat 4-5.
"Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya." (QS. Al-Ma`un: 4-5).
Ayat ini menjadi tamparan keras bahwa orang yang shalat namun lalai saja diancam celaka, apalagi mereka yang meninggalkannya secara total.
Secara psikologis, menjauh dari sajadah akan membuat hati seseorang menjadi keras, gundah, dan selalu merasa tidak puas dengan dunia.
Lebih jauh lagi, batas pemisah yang sangat tipis antara keimanan dan kekafiran seorang hamba terletak pada komitmennya menjaga shalat.
Rasulullah SAW telah memberikan peringatan yang sangat tegas mengenai konsekuensi teologis bagi mereka yang mengabaikan ibadah ini.
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.
Kelak di padang mahsyar, amalan yang pertama kali akan diperiksa dan dihisab secara mendalam oleh Allah SWT adalah shalat kita.
Jika rapor shalat kita dinilai baik, maka beruntunglah ia, namun jika shalatnya rusak, maka runtuhlah seluruh rangkaian amalan lainnya.
Oleh karena itu, jangan pernah menukar waktu shalat yang hanya beberapa menit demi mengejar urusan dunia yang tidak ada habisnya.
Mari perbaiki kualitas dan ketepatan waktu shalat kita hari ini sebelum datang hari di mana kesempatan untuk bersujud telah ditutup rapat.
TAGS : dampak melalaikan shalat meninggalkan shalat pentingnya shalat