KEISLAMAN

Healing dan Self Love, Menemukan Ketenangan Jiwa dalam Dekapan Syariat

Yahya Sukamdani| Kamis, 14/05/2026
Cara Islam memandang tren penyembuhan diri dan mencintai diri sendiri. Ilustrasi foto liburan

Terasmuslim.com - Fenomena healing dan self love kini menjadi diskursus populer di tengah tingginya tekanan mental masyarakat modern.

Dalam perspektif Islam, konsep mencintai diri sendiri adalah bentuk syukur atas amanah fisik dan psikis yang dititipkan Tuhan.

Islam tidak melarang seseorang untuk beristirahat dan memulihkan diri, namun tujuannya haruslah untuk meningkatkan ketaatan.

Konsep self love yang benar bukanlah pemujaan ego secara berlebihan, melainkan upaya menjaga fitrah manusia dari kerusakan.

Baca juga :

Allah SWT berfirman bahwa dengan mengingat-Nya, maka hati manusia akan menemukan kedamaian yang hakiki atau healing sejati.

"Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra`d: 28).

Ketenteraman batin yang ditawarkan Islam bermuara pada penyerahan diri secara total kepada ketetapan Sang Khalik.

Rasulullah SAW bersabda bahwa sesungguhnya badanmu memiliki hak atas dirimu yang wajib ditunaikan secara adil.

"Sesungguhnya bagi badanmu ada hak atasmu, bagi matamu ada hak atasmu, dan bagi isterimu ada hak atasmu." (HR. Bukhari).

Hadits ini menegaskan bahwa merawat kesehatan mental dan fisik adalah bagian dari menjalankan hak-hak yang diperintahkan agama.

Healing terbaik bagi seorang Muslim adalah dengan memperbanyak sujud, membaca Al-Qur`an, dan merenungi tanda-tanda kebesaran-Nya.

Mengambil waktu sejenak untuk bertafakur di alam terbuka dapat membantu menjernihkan pikiran yang keruh akibat hiruk-pikuk dunia.

Islam mengajarkan bahwa mencintai diri sendiri berarti menjauhkan diri dari segala sesuatu yang dapat mendatangkan murka Allah.

Jangan sampai tren healing terjebak dalam perilaku konsumtif atau hura-hura yang justru menjauhkan kita dari makna ketenangan.

Kesehatan mental yang stabil akan melahirkan pribadi yang kuat dalam memikul tanggung jawab sebagai hamba sekaligus khalifah.

Mencintai diri dalam Islam adalah proses mengenali kelemahan manusiawi untuk kemudian bersandar pada kekuatan Allah yang Maha Kuasa.

Jadikanlah momen penyembuhan diri sebagai sarana untuk pulang kembali kepada pelukan Ilahi dengan jiwa yang lebih bersih.

Semoga kita mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan jiwa dan raga sesuai dengan bimbingan Al-Qur`an dan Sunnah Nabi.

TAGS : kesehatan mental islami menenangkan hati tafakur alam

Terkini