KEISLAMAN

Panen Pahala di Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah, Melebihi Jihad di Jalan Allah

Yahya Sukamdani| Senin, 11/05/2026
Maksimalkan ibadah di hari-hari paling dicintai Allah sepanjang tahun. Ilustrasi puasa Arafah

Terasmuslim.com - Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan momentum emas yang penuh dengan keberkahan bagi setiap Muslim.

Keistimewaan hari-hari ini bahkan diabadikan oleh Allah SWT melalui sumpah-Nya di dalam Al-Qur`an yang mulia.

Allah SWT berfirman, "Demi fajar, dan malam yang sepuluh," yang merujuk pada awal bulan Dzulhijjah (QS. Al-Fajr: 1-2).

Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini.

Baca juga :

Bahkan, nilai ibadah di waktu ini disebut mampu menandingi pahala jihad fisabilillah, kecuali bagi mujahid yang syahid.

Keutamaan ini muncul karena pada hari-hari tersebut terkumpul induk ibadah seperti salat, puasa, sedekah, hingga haji.

Bagi umat Islam, memperbanyak zikir seperti tasbih, tahmid, dan takbir sangat dianjurkan untuk menghidupkan suasana syiar.

Ibadah puasa Sunnah, khususnya pada hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah, menjadi salah satu amalan yang sangat ditekankan.

Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Selain puasa, umat Muslim juga didorong untuk memperbanyak sedekah sebagai wujud kepedulian sosial terhadap sesama.

Sepuluh hari ini adalah waktu terbaik untuk melakukan introspeksi diri dan bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Sang Pencipta.

Puncak dari rangkaian hari mulia ini adalah hari Nahr atau Iduladha yang ditandai dengan pelaksanaan ibadah kurban.

Barangsiapa yang memuliakan hari-hari ini, maka ia sedang membangun jembatan menuju ketakwaan yang lebih tinggi.

Umat Islam diharapkan tidak melewatkan kesempatan langka ini dengan hanya melakukan aktivitas duniawi yang sia-sia.

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk mengisi hari-hari istimewa ini dengan amal saleh yang tulus.

TAGS : amalan awal dzulhijjah puasa arafah dalil dzulhijjah

Terkini