KEISLAMAN

Mengapa Wanita Disebut Lebih Dahulu dalam Ayat Zina?

Yahya Sukamdani| Selasa, 21/04/2026
Mengungkap hikmah mendalam di balik sistematika penyebutan ayat hukum zina. Ilustrasi muslimah (Foto: BincangMuslimah)

Terasmuslim.com- Dalam Surah An-Nur ayat 2, Allah SWT memulai penyebutan pelaku zina dengan sosok perempuan terlebih dahulu.

"Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali..." demikian bunyi awal ayat tersebut.

Para ulama ahli tafsir dan balaghah (sastra Arab) memiliki pandangan mendalam mengenai alasan di balik urutan penyebutan ini.

Secara fitrah, perempuan dianggap memiliki kendali utama dalam menjaga kehormatan dan "pintu" bagi terjadinya perbuatan tersebut.

Perempuan sering kali menjadi objek daya tarik utama yang dapat memicu timbulnya syahwat pada lawan jenisnya.

Dalam banyak kasus, godaan yang bermula dari penampilan atau sikap perempuan menjadi pemicu awal terjadinya interaksi terlarang.

Oleh karena itu, penyebutan di awal berfungsi sebagai peringatan keras agar wanita lebih ekstra dalam menjaga kesucian diri.

Berbeda dengan ayat tentang pencurian, di mana laki-laki disebut lebih dulu karena laki-laki umumnya memiliki kekuatan fisik untuk mencuri.

Dalam urusan zina, peran "penerimaan" atau "pemberian izin" dari pihak perempuan menjadi titik krusial terjadinya kemaksiatan.

Islam sangat memuliakan wanita, sehingga teguran yang didahulukan ini bertujuan untuk membentengi martabat mereka yang sangat berharga.

Selain itu, dampak sosial dari zina sering kali lebih berat dirasakan oleh perempuan, seperti risiko kehamilan dan stigma masyarakat.

Penyebutan ini juga mengisyaratkan bahwa rasa malu adalah perhiasan utama wanita yang harus dipertahankan sekuat tenaga.

Rasulullah SAW bersabda bahwa rasa malu itu tidak datang kecuali dengan membawa kebaikan bagi pemiliknya.

Meskipun disebut lebih dulu, bukan berarti beban dosa perempuan lebih besar, karena hukumannya tetap sama yakni seratus kali dera.

Kesimpulannya, Al-Qur`an menggunakan urutan ini untuk menekankan pentingnya preventif atau pencegahan dari sisi sumber godaan.

TAGS : Tafsir Pezina Perempuan Larangan Zina bagi Muslimah

Terkini