KEISLAMAN

Jangan Tertipu, Nikmat Melimpah Bisa Jadi Tahapan Azab dari Allah

Yahya Sukamdani| Kamis, 19/03/2026
Nikmat melimpah belum tentu berkah, bisa jadi istidraj yang menjerumuskan tanpa disadari. Ilustrasi foto pamer harta di sosial media

Terasmuslim.com - Banyak orang mengira bahwa kelapangan rezeki, kesehatan, dan kesuksesan dunia adalah tanda mutlak cinta Allah SWT. Padahal dalam pandangan Islam, tidak semua kenikmatan merupakan bentuk keridhaan. Bisa jadi, nikmat yang melimpah justru merupakan istidraj, yaitu penangguhan azab dengan cara membiarkan seseorang tenggelam dalam kenikmatan sebelum akhirnya mendapat balasan yang pedih.

Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an, Surah Al-An’am ayat 44: “Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membuka semua pintu kesenangan untuk mereka, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba...”. Ayat ini menjadi peringatan keras bahwa kelapangan dunia bisa menjadi jebakan bagi orang-orang yang lalai dari ketaatan.

Rasulullah SAW juga bersabda: “Apabila engkau melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba yang terus-menerus bermaksiat, maka itu adalah istidraj” (HR. Ahmad). Hadits ini menegaskan bahwa kenikmatan yang terus mengalir tanpa diiringi ketaatan bukanlah tanda keberuntungan, melainkan peringatan yang tersembunyi. Istidraj membuat seseorang merasa aman, padahal ia sedang dijauhkan dari hidayah.

Para ulama menjelaskan bahwa tanda istidraj adalah ketika seseorang terus mendapatkan kenikmatan, namun semakin jauh dari Allah, lalai dalam ibadah, dan tidak merasa bersalah atas dosa yang dilakukan. Berbeda dengan nikmat yang diberkahi, yang justru mendekatkan seorang hamba kepada Allah, menumbuhkan rasa syukur, dan meningkatkan ketaatan.

Baca juga :

Kesimpulannya, seorang Muslim tidak boleh tertipu dengan gemerlapnya dunia. Setiap nikmat harus disikapi dengan introspeksi: apakah ia mendekatkan kepada Allah atau justru menjauhkan. Dengan memperbanyak syukur, taubat, dan amal saleh, kita dapat memastikan bahwa nikmat yang diterima adalah berkah, bukan istidraj yang menjadi awal dari azab Allah SWT.

TAGS : bahaya kenikmatan dunia tanda istidraj azab Allah

Terkini

Keislaman