KEISLAMAN

Makan Terlalu Banyak Saat Berbuka Puasa Bisa Berdampak Negatif bagi Kesehatan Tubuh

Yahya Sukamdani| Kamis, 12/03/2026
Makan berlebihan saat berbuka puasa dapat mengganggu kesehatan dan bertentangan dengan tuntunan sunnah Nabi. Ilustrasi foto berbuka puasa

Terasmuslim.com - Berbuka puasa merupakan momen yang paling dinantikan setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun tidak sedikit orang yang justru makan secara berlebihan saat berbuka. Dalam pandangan medis, kebiasaan ini dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh, terutama pada sistem pencernaan. Setelah berpuasa selama berjam-jam, lambung berada dalam kondisi sensitif sehingga konsumsi makanan dalam jumlah besar secara tiba-tiba dapat menyebabkan kembung, naiknya asam lambung, hingga gangguan metabolisme.

Dalam ajaran Islam, sikap berlebihan dalam makan juga tidak dianjurkan. Allah mengingatkan dalam Al-Qur`an Surah Al-A’raf ayat 31 yang berbunyi, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” Ayat ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala hal, termasuk dalam urusan makan ketika berbuka puasa.

Secara medis, makan terlalu banyak saat berbuka dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat. Hal ini terjadi karena tubuh yang lama tidak menerima asupan makanan tiba-tiba mendapatkan kalori dalam jumlah besar. Akibatnya pankreas harus bekerja lebih keras untuk mengatur kadar gula darah. Jika kebiasaan ini terus berlangsung, risiko gangguan kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan gangguan pencernaan dapat meningkat.

Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat sederhana dalam berbuka puasa. Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW biasanya berbuka dengan beberapa butir kurma dan air sebelum melaksanakan shalat Maghrib. Pola ini sangat sejalan dengan prinsip kesehatan karena memberi kesempatan bagi tubuh untuk menyesuaikan diri secara perlahan setelah berpuasa.

Selain itu, Nabi SAW juga mengajarkan prinsip moderasi dalam makan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa tidak ada wadah yang lebih buruk dipenuhi manusia selain perutnya. Rasulullah SAW menganjurkan agar seseorang mengisi sepertiga perut untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara. Prinsip ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kesehatan dan keseimbangan tubuh.

Oleh karena itu, berbuka puasa sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak berlebihan. Mengawali dengan makanan ringan seperti kurma, air, atau sup hangat kemudian dilanjutkan dengan makanan utama secukupnya merupakan pilihan yang lebih sehat. Dengan mengikuti tuntunan syariat dan menjaga pola makan yang seimbang, ibadah puasa tidak hanya memberikan pahala spiritual, tetapi juga manfaat besar bagi kesehatan tubuh.

TAGS : kesehatan saat puasa makan berlebihan tips berbuka

Terkini