KISAH

Jejak Dakwah Penyebar Islam di Sumatera

Yahya Sukamdani| Kamis, 05/03/2026
Islam berkembang di Sumatera melalui dakwah ulama, pedagang, dan sultan. Ilustrasi foto ulama penyebar Islam Sumatera

Terasmuslim.com - Masuk dan berkembangnya Islam di Sumatera tidak terjadi dalam satu malam, melainkan melalui proses panjang yang penuh hikmah dan keteladanan. Dalam perspektif Islam, dakwah adalah kewajiban mulia sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur`an, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik” (QS. An-Nahl: 125). Prinsip inilah yang menjadi fondasi para penyebar Islam di Sumatera: berdakwah dengan akhlak, keteladanan, dan pendekatan damai.

Salah satu tokoh penting dalam penyebaran Islam di Sumatera adalah Sultan Malik as-Saleh, pendiri dan raja pertama Samudera Pasai pada abad ke-13. Beliau dikenal sebagai penguasa yang memeluk Islam dan menjadikannya sebagai dasar pemerintahan. Berdirinya Samudera Pasai menjadi tonggak penting karena kerajaan ini menjadi pusat dakwah, perdagangan, dan pendidikan Islam di wilayah Nusantara. Dari sinilah ajaran Islam menyebar lebih luas ke berbagai daerah.

Selain para sultan, peran ulama dan mubalig dari luar negeri juga sangat signifikan. Salah satunya adalah Syekh Ismail yang disebut dalam sejumlah riwayat sebagai ulama yang datang dari Timur Tengah untuk berdakwah di Pasai. Melalui pendekatan keilmuan dan spiritualitas, Islam diperkenalkan secara sistematis kepada masyarakat setempat. Dakwah yang dibangun atas dasar tauhid dan akhlak inilah yang membuat Islam diterima tanpa pertentangan besar.

Peran para pedagang Muslim dari Gujarat, Arab, dan Persia juga tidak bisa diabaikan. Mereka bukan hanya berdagang, tetapi juga menampilkan akhlak Islam dalam praktik sehari-hari. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” Keteladanan inilah yang menjadi magnet dakwah. Interaksi dagang yang jujur dan adil membuat masyarakat Sumatera melihat langsung keindahan ajaran Islam.

Perkembangan Islam di wilayah Aceh kemudian semakin kuat dengan berdirinya Kesultanan Aceh Darussalam. Kerajaan ini menjadi pusat studi Islam dan melahirkan banyak ulama besar. Dari Aceh, dakwah menyebar ke Minangkabau, Palembang, hingga wilayah pedalaman. Islam tidak hanya hadir sebagai agama ritual, tetapi juga membentuk sistem sosial, hukum, dan budaya masyarakat.

Dengan demikian, penyebar Islam di Sumatera bukanlah satu sosok tunggal, melainkan perpaduan antara ulama, pedagang, dan para sultan yang mengamalkan ajaran Islam secara nyata. Mereka meneladani perintah Allah dalam Al-Qur`an untuk berdakwah dengan hikmah dan kesabaran. Sejarah ini menjadi pelajaran berharga bahwa kekuatan dakwah terletak pada akhlak, ilmu, dan ketulusan. Sumatera pun tercatat sebagai gerbang awal berkembangnya Islam di Nusantara, berkat perjuangan mereka yang menjadikan dakwah sebagai jalan hidup.

 
TAGS : sejarah Islam Sumatera penyebar Islam masuknya Islam

Terkini