KISAH

Biografi Sunan Drajat, Wali Dermawan Penggerak Dakwah Sosial di Tanah Jawa

Yahya Sukamdani| Sabtu, 28/02/2026
Sunan Drajat berdakwah lewat kepedulian sosial dan penguatan akhlak umat. Ilustrasi foto Sunan Drajad

Terasmuslim.com - Dalam jajaran Wali Songo, nama Sunan Drajat dikenal sebagai wali yang menekankan dakwah melalui kepedulian sosial. Ia adalah putra dari Sunan Ampel dan memiliki nama kecil Raden Qasim.

Lahir pada abad ke-15, Sunan Drajat tumbuh dalam lingkungan pesantren yang kuat dengan pendidikan tauhid dan syariat. Sejak awal, ia memahami bahwa dakwah bukan hanya ceramah, tetapi juga aksi nyata membantu umat.

Sunan Drajat berdakwah di wilayah pesisir Lamongan, Jawa Timur. Ia menyaksikan langsung kondisi masyarakat yang masih terbelakang secara ekonomi dan moral. Karena itu, pendekatan yang ia gunakan menekankan perbaikan kesejahteraan sosial. Prinsip dakwahnya sejalan dengan firman Allah SWT, “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” (QS. Al-Ma’un: 1–3). Ayat ini menjadi landasan bahwa kepedulian sosial adalah bagian tak terpisahkan dari keimanan.

Dalam praktiknya, Sunan Drajat aktif membantu fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat lemah. Ia mengajarkan pentingnya solidaritas dan tolong-menolong. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad). Dakwah sosial inilah yang membuat ajaran Islam diterima dengan hati terbuka. Masyarakat melihat Islam bukan sekadar ajaran ritual, tetapi solusi nyata bagi kehidupan mereka.

Selain bergerak di bidang sosial, Sunan Drajat juga menggunakan seni dan tembang Jawa sebagai media dakwah. Ia menciptakan syair-syair yang sarat pesan moral dan tauhid. Nilai-nilai Islam disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Metode ini mencerminkan perintah Allah dalam QS. An-Nahl ayat 125 untuk berdakwah dengan hikmah dan nasihat yang baik.

Peran Sunan Drajat juga berkaitan dengan penguatan jaringan dakwah yang mendukung berdirinya Kesultanan Demak sebagai pusat pemerintahan Islam di Jawa. Ia berkontribusi dalam membangun masyarakat yang siap menerima sistem nilai Islam secara lebih luas. Dakwahnya menyentuh aspek spiritual sekaligus sosial kemasyarakatan.

Kisah Sunan Drajat mengajarkan bahwa kekuatan dakwah terletak pada empati dan pelayanan. Islam tidak hanya mengajarkan shalat dan puasa, tetapi juga membela yang lemah dan menegakkan keadilan sosial. Sebagaimana sabda Nabi SAW, “Orang mukmin bagi mukmin lainnya seperti bangunan yang saling menguatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Warisan Sunan Drajat menjadi inspirasi bahwa dakwah yang menyentuh hati adalah dakwah yang menghadirkan manfaat nyata bagi umat.

 
 
 
TAGS : penyebar Islam sejarah Islam Wali Songo Jawa

Terkini