
Ilustrasi foto ibadah saat berpuasa (Foto: Pexels/khats cassim)
Terasmuslim.com - Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Banyak orang berpuasa, tetapi tidak semuanya mendapatkan pahala sempurna. Rasulullah SAW bahkan mengingatkan bahwa ada orang yang hanya memperoleh rasa lapar dan haus tanpa nilai ibadah. Karena itu, memahami masalah-masalah penting dalam puasa menjadi kunci agar Ramadhan tidak berlalu sia-sia.
Rasulullah SAW bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan haus.” (HR. Ahmad)
Berikut 10 masalah penting dalam ibadah puasa yang harus diwaspadai:
Puasa yang dilakukan hanya karena kebiasaan atau tekanan sosial kehilangan nilai ibadah. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ghibah, dusta, fitnah, dan ucapan kasar merusak pahala puasa.
“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)
Puasa tanpa sholat adalah ibadah yang pincang. Allah SAW berfirman:
“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)
Pandangan haram dan maksiat anggota tubuh merusak ruh puasa. Puasa sejati adalah menahan diri dari dosa, bukan hanya dari makan dan minum.
Ramadhan mendidik kesederhanaan, bukan pesta makanan. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada wadah yang lebih buruk diisi oleh manusia selain perutnya.” (HR. Tirmidzi)
Padahal Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. ”Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Puasa tidak boleh menjadi alasan bermalas-malasan. Ramadhan adalah bulan amal, bukan bulan istirahat berlebihan.
Marah, emosi, dan pertengkaran merusak nilai puasa. Rasulullah SAW bersabda:
“Jika seseorang mencelamu, katakanlah: sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa tetapi tetap bermuamalah dengan cara haram dapat menghapus keberkahan ibadah.
Tujuan utama puasa adalah taqwa. Allah SWT berfirman: “Agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Jika Ramadhan berlalu tanpa perubahan akhlak dan kedekatan kepada Allah, maka puasa berisiko menjadi rutinitas tanpa makna.
TAGS : puasa dan taqwa kesalahan saat puasa