
Ilustrasi - Khutbah Jumat (Foto: Unsplash/Raka Dwi Wicaksana)
Jakarta, Terasmuslim.com - Salat Jumat merupakan ibadah wajib bagi setiap laki-laki Muslim yang telah memenuhi syarat. Ibadah ini bukan hanya pengganti salat Zuhur, tetapi juga momentum penting untuk mendengarkan nasihat dan memperkuat keimanan melalui khutbah.
Namun dalam praktiknya, tidak sedikit jamaah yang tanpa sadar melakukan kesalahan saat salat Jumat. Kesalahan ini kerap dianggap sepele, padahal dapat mengurangi pahala bahkan berpotensi menggugurkan keutamaan salat Jumat itu sendiri.
Para ulama mengingatkan bahwa memahami adab dan larangan dalam salat Jumat merupakan bagian dari kesempurnaan ibadah.
Datang terlambat hingga melewatkan khutbah termasuk kesalahan yang sering terjadi. Padahal, mendengarkan khutbah merupakan bagian dari rangkaian salat Jumat.
إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَلْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيَتَجَوَّزْ فِيهِمَا
“Jika salah seorang dari kalian datang ketika imam sedang berkhutbah, maka salatlah dua rakaat dan ringankanlah keduanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan pentingnya hadir sejak awal khutbah.
Berbicara, menegur orang lain, atau sekadar membalas sapaan ketika khutbah termasuk perbuatan yang dilarang.
إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ أَنْصِتْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ
“Jika engkau berkata kepada temanmu ‘diam’ pada hari Jumat saat imam berkhutbah, maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menggunakan ponsel, baik untuk membalas pesan maupun sekadar menggulir layar, termasuk bentuk kelalaian yang menghilangkan pahala khutbah.
Para ulama menyamakan aktivitas ini dengan perbuatan laghw (sia-sia) yang dilarang saat khutbah.
Kesalahan ini sering terjadi saat masjid penuh. Melangkahi jamaah lain demi mencari tempat kosong sangat dilarang dalam Islam.
اجْلِسْ فَقَدْ آذَيْتَ
“Duduklah, sungguh engkau telah menyakiti (orang lain).” (HR. Abu Dawud)
Hadir secara fisik tetapi tidak menyimak khutbah termasuk bentuk kelalaian. Padahal khutbah berisi nasihat dan pengingat yang menjadi inti salat Jumat.
Allah SWT berfirman:
فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ
“Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah.” (QS. Al-Jumu‘ah: 9)
Sebagian jamaah menganggap salat Jumat sebagai kewajiban rutin tanpa menghadirkan niat dan kekhusyukan. Sikap ini dapat menghilangkan nilai spiritual salat Jumat itu sendiri.
Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya niat dan kesungguhan dalam setiap ibadah.
TAGS : Info Keislaman Hari Jumat Salat Jumat Kesalahan Umum