
Ilustrasi foto bencana alam
Terasmuslim.com - Maraknya bencana alam dan musibah di berbagai daerah kerap menimbulkan rasa takut, cemas, bahkan overthinking. Dalam Islam, perasaan takut merupakan fitrah manusia. Allah ﷻ berfirman: “Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan.” (QS. Al-Baqarah: 155). Ayat ini menunjukkan bahwa rasa takut adalah bagian dari ujian hidup, bukan tanda lemahnya iman, selama tidak membuat seseorang putus asa dari rahmat Allah.
Namun Islam mengarahkan agar rasa takut tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa sandaran. Allah ﷻ memerintahkan orang beriman untuk menjadikan doa sebagai tempat bergantung. “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan doa kalian.” (QS. Ghafir: 60). Doa bukan sekadar pelipur lara, tetapi bentuk pengakuan bahwa hanya Allah yang Maha Menguasai segala musibah dan keselamatan.
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan agar seorang muslim berlindung dari kegelisahan dan ketakutan berlebihan. Dalam hadits disebutkan doa Nabi ﷺ: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa cemas dan sedih.” (HR. Bukhari). Hadits ini menunjukkan bahwa ketenangan hati dapat diraih dengan memperbanyak doa, dzikir, dan mendekatkan diri kepada Allah di tengah situasi yang menakutkan.
Oleh karena itu, menghadapi banyaknya bencana hendaknya diiringi dengan ikhtiar lahiriah dan kekuatan spiritual. Islam tidak melarang kewaspadaan, namun melarang ketakutan yang berlebihan hingga melumpuhkan amal. Allah ﷻ berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Dengan doa, dzikir, dan tawakal, seorang muslim mampu menata rasa takut menjadi kesadaran dan kesiapan, bukan kepanikan.
TAGS : bencana bikin takut doa saat musibah