
Ilustrasi foto pesan dari langit
Terasmuslim.com - Cahaya pertama yang menerangi dunia adalah iman kepada Allah ﷻ. Iman menjadi sumber cahaya bagi hati dan penuntun arah hidup manusia. Allah berfirman, “Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya” (QS. Al-Baqarah: 257). Iman yang kokoh melahirkan ketenangan, keberanian, dan harapan, sehingga manusia tidak mudah tersesat oleh gelapnya fitnah dan kesesatan zaman.
Cahaya kedua dan ketiga adalah Al-Qur’an dan shalat. Al-Qur’an diturunkan sebagai cahaya dan petunjuk bagi seluruh manusia (QS. Al-Ma’idah: 15–16). Sementara shalat disebut Rasulullah ﷺ sebagai “cahaya” (HR. Muslim). Keduanya saling menguatkan: Al-Qur’an membimbing akal dan hati, shalat menghubungkan hamba dengan Rabb-nya, membersihkan jiwa dari dosa dan kelalaian.
Cahaya keempat dan kelima adalah dzikir dan ilmu. Dzikir menghidupkan hati yang mati dan menenangkan jiwa, sebagaimana firman Allah, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’d: 28). Ilmu pun adalah cahaya, karena dengannya kebenaran dibedakan dari kebatilan. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim).
Cahaya keenam dan ketujuh adalah sedekah dan akhlak mulia. Sedekah tidak mengurangi harta, justru menjadi cahaya di dunia dan akhirat (HR. Muslim). Akhlak mulia memantulkan cahaya Islam dalam kehidupan sosial; Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. Ahmad). Ketujuh cahaya ini iman, Al-Qur’an, shalat, dzikir, ilmu, sedekah, dan akhlak bila dihidupkan, akan menerangi dunia dengan kebaikan dan keberkahan.