
Ilustrasi thawaf ibadah Hajih
Terasmuslim.com - Thawaf adalah ibadah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran sebagai bagian dari manasik haji dan umrah. Allah memerintahkan thawaf dalam firman-Nya: “Dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Ka’bah)” (QS. Al-Hajj: 29). Arah thawaf yang berlawanan dengan jarum jam bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari tuntunan syariat yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ. Para ulama sepakat bahwa mengikuti tata cara Nabi dalam ibadah adalah bentuk ketaatan dan ittiba’ yang bernilai pahala.
Secara hadits, Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa ketika Nabi ﷺ melaksanakan thawaf, beliau memulai dari Hajar Aswad dan menjadikan Ka’bah berada di sebelah kiri beliau (HR. Muslim). Ini menjadi dasar kuat bahwa arah thawaf adalah berlawanan jarum jam, bukan hasil ijtihad manusia. Dalam kaidah ibadah, al-ashlu fil ‘ibadah at-tauqif (asal ibadah adalah berdasarkan dalil), sehingga tata cara thawaf tidak boleh diubah atau dimodifikasi.
Menariknya, arah thawaf ini sering dikaitkan dengan harmoni kosmik. Banyak ciptaan Allah bergerak dengan pola serupa: elektron mengelilingi inti atom, planet mengitari matahari, bahkan aliran darah mengitari jantung. Walau bukan dalil syar’i, fenomena ini menguatkan keyakinan bahwa syariat Islam selaras dengan fitrah dan sunnatullah di alam semesta. Allah berfirman: “Engkau tidak akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih sesuatu yang tidak seimbang” (QS. Al-Mulk: 3).
Dengan menjadikan Ka’bah di sebelah kiri arah jantung berada seolah seorang muslim memusatkan hati dan seluruh eksistensinya hanya kepada Allah. Thawaf bukan sekadar gerakan fisik, tetapi simbol ketundukan total, menyatukan tubuh, hati, dan alam dalam ketaatan kepada Sang Pencipta. Inilah hikmah besar thawaf: ibadah yang sederhana secara gerak, namun sangat dalam secara makna dan spiritual.
TAGS : thawaf Ka’bah arah thawaf berlawanan jarum jam