UMRAH & HAJI

Rangkaian Sunnah Thawaf, Amalan Utama Saat dan Setelah Mengelilingi Ka`bah

Yahya Sukamdani| Senin, 05/01/2026
Thawaf yang dilakukan sesuai sunnah Rasulullah SAW tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga menghadirkan kekhusyukan, pahala besar, dan keberkahan dalam setiap langkah mengelilingi Ka`bah. Ilustrasi kota Mekkah

Terasmuslim.com - Thawaf diawali dengan sejumlah sunnah yang dicontohkan Rasulullah ﷺ sebagai bentuk kesempurnaan ibadah. Di antaranya adalah memulai thawaf dari Hajar Aswad, bertakbir sambil mengisyaratkan tangan atau menciumnya jika memungkinkan tanpa menyakiti orang lain. Hal ini didasarkan pada praktik Nabi ﷺ sebagaimana diriwayatkan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, “Rasulullah memulai thawafnya dari Hajar Aswad dan beliau bertakbir.” (HR. Bukhari dan Muslim). Selain itu, bagi laki-laki disunnahkan melakukan idhtiba’ (menyingsingkan kain ihram) dan ramal (berjalan cepat dengan langkah pendek) pada tiga putaran pertama thawaf qudum.

Saat mengelilingi Ka’bah, amalan utama yang dianjurkan adalah memperbanyak dzikir, doa, dan membaca Al-Qur’an sesuai kemampuan. Tidak ada bacaan khusus yang diwajibkan dalam setiap putaran thawaf, kecuali doa di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, “Rabbana aatina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban-nar.” (HR. Abu Dawud). Hal ini sejalan dengan tujuan thawaf sebagaimana sabda Nabi ﷺ, “Thawaf di Baitullah disyariatkan untuk menegakkan dzikir kepada Allah.” (HR. Abu Dawud).

Termasuk sunnah thawaf adalah menyentuh atau mengusap Rukun Yamani jika memungkinkan tanpa menyakiti jamaah lain, tanpa menciumnya. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ mengusap selain Hajar Aswad dan Rukun Yamani.” (HR. Bukhari dan Muslim). Sunnah ini menegaskan bahwa thawaf bukan hanya gerakan fisik, tetapi mengikuti tuntunan Nabi ﷺ sebagai wujud ittiba’ dan ketundukan kepada syariat.

Setelah selesai tujuh putaran thawaf, disunnahkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan, atau di tempat lain di Masjidil Haram. Allah ﷻ berfirman, “Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat.” (QS. Al-Baqarah: 125). Setelah itu, dianjurkan memperbanyak doa, minum air zamzam, dan berdoa dengan penuh harap, karena saat setelah thawaf termasuk waktu yang mustajab untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat.

Baca juga :
TAGS : sunnah thawaf amalan saat thawaf doa thawaf

Terkini