
Ilustrasi istri marah soal nafkah
Terasmuslim.com - Dalam Islam, kewajiban nafkah berada di pundak suami sesuai kemampuan yang Allah berikan. Allah SWT berfirman, “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang Allah berikan kepadanya” (QS. Ath-Thalaq: 7). Ketika seorang istri tidak mampu menerima berapapun nafkah suami meski telah sesuai kemampuan dan kebutuhan pokok terpenuhi, maka sikap tersebut bertentangan dengan prinsip ma’ruf dan dapat menghilangkan keberkahan rumah tangga.
Islam sangat menganjurkan sifat qana’ah dan syukur. Rasulullah ﷺ bersabda, “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya hati” (HR. Bukhari dan Muslim). Istri yang terus merasa kurang berisiko jatuh pada kufur nikmat, padahal Allah telah berjanji, “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu” (QS. Ibrahim: 7). Janji Allah ini menjadi penegasan bahwa penerimaan dan rasa syukur atas nafkah yang halal adalah sebab bertambahnya rezeki dan ketenangan hidup.
Adapun sikap suami dalam menghadapi kondisi ini adalah tetap menunaikan kewajiban dengan sabar dan ihsan. Allah SWT berfirman, “Dan bergaullah dengan mereka secara patut” (QS. An-Nisa: 19). Suami hendaknya berusaha maksimal, bersikap lembut, tidak kasar, serta menjelaskan kondisi keuangan dengan jujur. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam setiap urusan” (HR. Bukhari dan Muslim). Kesabaran dan komunikasi yang baik adalah bagian dari kepemimpinan suami.
Namun, Islam juga tidak membenarkan kezaliman terhadap suami. Jika tuntutan istri melampaui kemampuan dan menimbulkan mudarat, suami boleh bersikap tegas dengan cara yang bijak, mengajak bermusyawarah, dan menata prioritas rumah tangga. Allah SWT menjanjikan jalan keluar bagi pasangan yang bertakwa, “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka” (QS. Ath-Thalaq: 2–3). Dengan takwa, sabar, dan tawakal, Allah menjanjikan pertolongan serta keberkahan bagi suami istri yang menjaga adab syariat.
TAGS : istri tidak puas nafkah suami sikap suami